Ombudsman: Ini Tiga Alasan Pertamina Belum Turunkan Harga BBM

0
(0)

Jakarta – Anggota Ombudsman RI, Laode Ida, ungkapkan alasan mengapa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak turun di saat harga minyak dunia alami penurunan saat merebaknya pandemi covid-19. “Setidaknya yang saya tangkap dari penjelasan Pertamina. Ada tiga alasan pokok mengapa harga BBM tidak turun,” ujar Laode, di Jakarta, Selasa (26/5).

Dia memaparkan, pertama, bahwa harga pokok BBM yang dijual di Indonesia sekarang ini adalah harga sebelum turunnya harga BBM dunia. Jadi kalau dijual dengan harga murah, sudah pasti Pertamina akan mengalami kerugian besar. Sebagai BUMN, niscaya hal itu tidak mungkin dilakukan.

Kedua, harga BBM dunia terus berfluktuasi. Direksi PT Pertamina memberikan penjelasan secara virtual pada ombudsman. Misalnya, harga BBM dunia menanjak naik di atas angka tiga puluhan dolar AS per barel. Ketika aktivitas sosial ekonomi masyarakat dunia akan berangsur normal, niscaya harga BBM juga akan berangsur naik.

Ketiga, jika harga BBM diturunkan dan terjadi kerugian besar di pihak PT Pertamina. Maka akan terjadi pengurangan tenaga kerja atau Pemutusan Hubungan Kerja.

“Tentu hal ini tidak dikehendaki. Saya turut apresiasi PT Pertamina yang hingga sekarang tidak ada PHK. Jika PT Pertamina mengalami kerugian dengan menurunkan harga BBM, maka akan semakin menambah barisan warga bangsa ini yang terkena PHK akibat wabah virus corona yang konon jumlahnya sekarang sudah berada di atas angka dua jutaan orang,” kata Laode.

Lebih lanjut, ia meragukan upaya tertentu kelompok masyarakat, yang diinisiasi oleh tokoh-tokoh senior aktivis sosial di antaranya Marwan Batubara, kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo, termasuk kepada PT Pertamina, akibat tidak kunjung diturunkannya harga BBM.

“Saya ragu terhadap upaya itu hanya akan buang-buang energi sosial. Padahal harga BBM tak akan kunjung diturunkan,” kata Laode.

Namun, upaya itu pun ia hargai sebagai bagian dari hak masyarakat dalam menyalurkan aspirasi. Laode menilai, seharusnya perlu dipertimbangkan secara matang tentang manfaat dan mudharatnya.



“Memang sudah begitu kuat perbincangan di media sosial yang pada intinya melontarkan kritik baik kepada pemerintah maupun secara khusus Pimpinan PT Pertamina yang tak menurunkan harga minyak, meski harga minyak dunia sudah turun hingga dua puluhan dolar AS per barel. Bahkan ada yang berpendapat bahwa pemerintah menyedot uang rakyat dari harga BBM tetap seperti harga semula,” ucap Laode.

Barangkali akan lebih tepat, katanya, sebelum gugatan class action diwujudkan, terlebih dahulu berkoordinasi atau minta penjelasan resmi dari Pimpinan PT Pertamina dan pejabat terkait di pemerintahan (khususnya menteri Energi dan Sumber Daya Mineral), agar juga mendengarkan atau memperoleh pemahaman tentang alasan mengapa harga BBM tak kunjung turun.

Pada kesempatan pertemuan itu, Laode mengatakan, jika memang dilakukan, kedua pihak dapat saling berdebat berdasarkan data dan argumen masing-masing.

Selain itu, ia juga mengungkapkan tentang rencana kebijakan PT Pertamina untuk meniadakan penggunaan BBM jenis Premium di Pulau Jawa di tahun 2020 ini. Hal itu dikatakan terkait dengan upaya
penghilangan subsidi BBM bagi pengguna kendaraan khususnya roda empat.

“Patut dicermati, asumsi yang dibangun pihak PT Pertamina adalah bahwa ketika seseorang sudah memiliki kendaraan roda empat berarti yang bersangkutan dianggap sudah mampu dan tak butuh lagi disubsidi,” ujar Laode.(PS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Besok Matahari di Atas Ka’bah, Saat Tepat Menentukan Arah Kiblat

Tue May 26 , 2020
0 (0) Jakarta – Posisi matahari kembali tepat berada di atas Kabah di Mekah, Arab Saudi, pada 27 dan 28 Mei 2020. Melansir laman Instagram resmi BMKG, posisi matahari akan tepat di atas kiblat umat Islam sedunia tersebut. Saat posisi itulah, waktu yang tepat bagi umat Islam untuk mengecek kembali […]