by

Obat Covid-19 Langka, Mahfud: Pemerintah Tak Diam

Jakarta: Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tidak tinggal diam dengan langka dan melambungnya obat untuk Covid-19, salah satunya obat Actemra yang harganya mencapai ratusan juta rupiah.

Menurutnya, sejumlah terus dilakukan untuk menuntaskan persoalan ini.

“Belum obat-obat lain lagi. Ivermectin mahal, ini mahal, dan sebagainya. Itu juga menjadi perhatian pemerintah. Itu ditangani satu per satu dan masukan ini akan memperkuat upaya-upaya pemerintah,” kata Mahfud dalam dialog dengan organisasi keagamaan secara daring, Kamis (29/7/2021).

Sulitnya mendapatkan obat ini ternyata, kata Mahfud, juga dirasakan langsung salah seorang deputinya.

“Ini deputi saya gak hadir karena ibunya di Samarinda sakit dan sedang menunggu obat ini,” ungkap Mahfud .

“Seperti obat Actemra, ini gila loh, bisa sampai Rp160 juta. Iya yang harga biasa 20 cc kalau kita perlunya 5 kan cuma berapa itu, 40 kira-kira, jadi Rp 160 juta. Barangnya pun kalau mau dicarikan dulu, tidak langsung ada. Ini juga problem kita,” tambahnya melengkapi.

Di sisi lain, ada persoalan bila pemerintah menetapkan harga obat di apotik terlalu rendah, imbasnya mereka tak dapat menjual obat-obatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Karena apotik yang memaksakan menjual pasti merugi.

Bahkan dampak lainnya praktek penjualan obat di pasar gelap bisa muncul.

“Harga pemerintah yang terlalu rendah apotiknya tidak bisa menjual karena kalau dia beli rugi. Yang muncul adalah pasar gelap,” jelas Mahfud. (imr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *