by

NTT Jadi Pemasok Hewan Kurban Skala Nasional

Ende: Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi wilayah pemasok daging sapi maupun hewan kurban secara nasional. Ini setelah provinsi tersebut masuk dalam zona hijau penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang, Drh. Yulius Umbu Hunggar, kepada RRI dalam Lintas Ende Pagi, Sabtu (2/7/2022) mengatakan, NTT merupakan wilayah dengan populasi terbesar ternak sapi. Lokasinya di Pulau Timor, Sumba dan Flores. Selain itu juga ada kambing, kerbau, hingga kuda.

Selama wabah PMK ini hewan ternak di berbagai wilayah NTT itu masih aman. Pemerintah daerah setempat selalu mewajibkan pemeriksaan kesehatan hewan ternak. Ada pula kebijakan karantina 14 hari, sebelum dikirim keluar dari NTT.

“Jadi kami melakukan observasi selama empat belas hari, nanti kalau seandainya tidak memperlihatkan gejala klinis, baru dikeluarkan,” Yulius Umbu.

Ia melanjutkan sejak ditetapkanmya penyakit PMK di banyak wilayah Indonesia, permintaan pasokan ternak sapi maupun kambing di NTT terus meningkat. Maka Karantina Pertanian NTT terus melakukan langkah preventif. Bahkan perizinan ternak dari luar wilayah NTT untuk sementara dihentikan.

“Kami juga melakukan disinfeksi penyemprotan antihama atau kuman, baik alat angkut maupun kandang. Semua kami lakukan untuk memutus mata rantai PMK. Meski NTT zona hijau, kami perlu melakukan deteksi dini, jangan ada yang muncul,” ujar Yulius Umbu.

Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada peternak di NTT. Permintaan terbanyak hewan ternak, khususnya sapi, paling banyak berasal dari Jabodetabek dan Kalimantan Timur.*