by

Nilai Perdagangan Indonesia-Sudan Capai Angka USD137 Juta

Khartoum: Duta Besar RI untuk Sudan, Sunarko mengungkapkan, Indonesia dan Sudan memiliki potensi kerja sama ekonomi dan perdagangan yang besar.

Meski demikian, diperlukan adanya penguatan kerja sama, terutama jika merujuk pada besaran volume perdagangan pada 2021 lalu.

“Nilai perdagangan kedua negara pada 2021 mencapai angka USD 137 juta dan perlu untuk terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang,” kata Sunarko saat peluncuran “Indonesian Product Corner” (Pojok Produk Indonesia) berlokasi di lobi KBRI Khartoum dikutip RRI.co.id dalam keterangan resmi, Jumat (13/5/2022).

Ia menyebut, berbagai upaya akan dilakukan untuk mencapai peningkatan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi dan perdagangan.

Seperti dengan pemanfaatan “Indonesian Product Corner” yang telah diresmikan pada Kamis (12/5/2022).

“KBRI Khartoum terus berupaya meningkatkan volume perdagangan melalui beragam program dan kegiatan. Termasuk, memfasilitasi pertemuan bisnis, pameran dan misi dagang, serta pembukaan “Indonesian Product Corner” sebagai pusat data perdagangan, investasi dan pariwisata Indonesia bagi para pelaku bisnis Sudan,” papar Dubes RI.

Peluncuran dihadiri Sekretaris Jenderal Persatuan Kamar Dagang dan Industri Sudan, Wefaq Salah Abdel Aal, serta 29 pengusaha setempat mewakili perusahaan terkemuka Sudan.

Wefaq Salah Abdel Aal, menyambut baik peresmian “Indonesian Product Corner” tersebut.

“Para pelaku bisnis Sudan di bawah Union of Chamber of Commerce and Industry (KADIN) siap untuk menyebarluaskan keberadaan “Product Corner” tersebut dan membantu memasarkan produk-produk Indonesia tidak hanya di pasar Sudan, melainkan ke negara-negara tak berpantai di sekitar Sudan yaitu Sudan Selatan, Ethiopia, Afrika Tengah dan Chad,” kata Abdel Aal.

Abdel Aal turut mengumumkan Persatuan Kamar Dagang dan Industri Sudan akan membuka Pusat Pameran Dagang Internasional di Khartoum.

“Indonesia akan menjadi negara pertama yang diundang untuk mengisi pusat pameran yang akan kami selesaikan dalam beberapa waktu ke depan,” ujarnya.

Selain produk-produk konsumen, kalangan pengusaha Sudan juga tertarik dengan perkembangan dan kemajuan berbagai industri strategis Indonesia, termasuk industri perkeretaapian, perkapalan, penerbangan serta konstruksi untuk dapat menggarap pasar Sudan yang saat ini berbenah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi.

“Rakyat dan Pemerintah Sudan juga berharap agar Indonesia dapat bertukar pengalaman pembangunan dan pengembangan ekonomi dalam bentuk program peningkatan kapasitas bagi Sudan,” pungkas Abdel Aal.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.