by

New Delhi Bakal Buka Aktivitas Ekonomi Minggu Depan

Mumbai – Sejumlah pusat keramaian publik akan dibuka di New Delhi pada Senin (7/6) karena jumlah kasus COVID-19 mulai turun di kota-kota besar India. Hal ini setelah berminggu-minggu pembatasan yang diberlakukan di pasar, dan pusat perbelanjaan.

Layanan transportasi Metro Delhi akan melanjutkan layanan dengan kapasitas 50%, kata Kepala Menteri kota Arvind Kejriwal, dilansir Daily Sabah, Sabtu(5/6).

Pasar dan mal akan beroperasi dengan aturan tertentu, dengan setengah dari mereka buka pada hari yang ditentukan.
Perkantoran juga dapat dibuka kembali dengan kapasitas setengah namun Kejriwal mengimbau masyarakat untuk tetap berusaha bekerja dari rumah.

Pelonggaran itu muncul setelah Delhi mengizinkan lokasi konstruksi dan pabrik dibuka kembali pekan lalu.

“Mereka telah dibuka selama seminggu tetapi situasi COVID-19 masih terkendali, dan kami memiliki kurang dari 500 kasus baru dalam 24 jam terakhir,” kata Kejriwal.

“Penting untuk membawa perekonomian kembali ke jalur sekarang bahwa situasi COVID-19 membaik. Kami berdoa agar situasinya tetap sama.”

Pemerintah negara bagian Maharashtra, yang menjadi daerah penunjang ekonomi Mumbai, mengumumkan rencana lima tingkat untuk meringankan pembatasan tergantung pada tingkat infeksi dan hunian tempat tidur di rumah sakit.

Di area level satu – dengan tingkat infeksi di bawah 5% dan hunian tempat tidur rumah sakit di bawah 25% – semua toko, restoran, dan mal akan diizinkan untuk dibuka kembali.

Tetapi di level lima – dengan tingkat infeksi lebih dari 20% – akan tetap berada di bawah pembatasan pergerakan yang ketat.

Infeksi harian yang dilaporkan di seluruh India telah turun menjadi sekitar 120.000 dari lebihi 400.000 pada bulan Mei, menurut statistik resmi.

Kematian juga turun, dengan 3.380 dilaporkan dalam 24 jam sebelumnya, meskipun data ini diragukan validitasnya.

Setidaknya 344.082 orang di negara itu telah kehilangan nyawa karena virus corona, yang sekarang melonjak di beberapa wilayah dan pedesaan India.

Delhi melaporkan sekitar 400 infeksi baru hari Sabtu, turun dari sekitar 25.000 kasus harian ketika lockdown diumumkan tujuh minggu sebelumnya.

Lonjakan penularan yang menghancurkan negeri itu atas varian virus baru dan langkah ceroboh pemerintah mengizinkan pertemuan keagamaan dan politik secara massal.

Sementara itu, program vaksinasi India kemajuannya lambat karena kekurangan, kebingungan dan perselisihan antara pemerintah pusat dan otoritas negara bagian.

Sejauh ini baru sekitar 180 juta orang atau, hanya 14% dari populasi, telah menerima satu dosis, dan 45 juta, atau 3,4%, dua dosis suntikan vaksin Covid-19. (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *