Tuesday, May 18

Naik dua kali lipat saat pandemi, transaksi donasi digital GoPay capai Rp 102 miliar

Gojek kerja bareng Kopemik, luncurkan GoPay Digital Donation Outlook (DDO) 2020, riset terlengkap pertama mengenai situasi donasi digital di Indonesia.

Kali ini GoPay mengungkap secara detail ekosistem donasi digital di Indonesia, mulai dari tren kebiasaan masyarakat berdonasi, tantangan utama yang dihadapi ekosistem filantropi dan rekomendasi untuk bersama mengembangkan filantropi di Indonesia.

Managing Director GoPay Budi Gandasoebrata mengatakan, dengan riset ini pihaknya mendalami berbagai aspek dalam donasi digital dan memuat sudut pandang semua pemangku kepentingan – mulai dari donatur, Kementerian Sosial, hingga influencer media sosial.

“Kami berharap riset ini mampu menjadi acuan berbagai pihak agar terus mempermudah masyarakat Indonesia membantu sesama,” tandas Budi dalam keterangan resminya, Senin (7/12/2020).

Dampak positif yang diciptakan lewat donasi digital GoPay mencatat transaksi donasi naik 2 kali lipat selama pandemi, dengan total nilai donasi dari Maret – Oktober 2020 mencapai Rp 102 miliar.

Sementara itu, Kasubdit Direktorat Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, Ganjar Basuki Santoso mengungkapkan, saat pandemi, donasi digital mengkondisikan masyarakat tetap membantu sesama secara cepat, aman dan tanpa kontak.

“Kementerian Sosial sangat mengapresiasi dukungan berbagai pihak untuk pengembangan ekosistem donasi digital, termasuk melalui riset ini. Temuan yang dijabarkan dalam riset ini memperlihatkan dampak positif terhadap ekosistem donasi secara keseluruhan, dan potensi besar untuk dioptimalkan,” tandas Ganjar.

Co-Founder dan CEO Kopernik, Toshi Nakamura mengungkapkan, riset ini memaparkan peluang lebih besar ke depannya, terutama jika semakin banyak masyarakat mau mencoba berdonasi digital. Namun, penting bagi pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terkait donasi digital, terutama di luar kota besar.

“Dengan keunggulan pada transparansi proses donasi dan informasi kredibilitas organisasi yang dituju, kami percaya kedepannya kita akan bersama-sama melihat pertumbuhan donasi digital yang lebih positif lagi,” tutur Toshi.

Riset ini digelar pada Agustus hingga Oktober 2020, mengusung metode survei kuantitatif melalui survei mandiri yang disebarkan secara digital, dan wawancara kualitatif dengan informan kunci. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang melibatkan 1.319 responden yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Sementara, wawancara kualitatif dilakukan dengan 15 pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Sosial, perusahaan swasta, hingga lembaga atau organisasi nonprofit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *