Friday, April 16

MUI: Daerah Zona Hijau Covid-19 Boleh Berjamaah di Masjid

Jakarta – Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Abdul Dahlan menekankan bahwa fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 sudah jelas bahwa wilayah zona hijau kasus virus corona jenis baru (Coovid-19) boleh melaksanakan shalat Jumat, shalat lima waktu, dan shalat Tarawih berjamaah di masjid atau musala.

Yang dilarang berdasarkan fatwa MUI adalah khusus pada zona merah atau tingkat penularan Coviud-19 sangat masif. Penjelasan ini merespons beberapa masyarakat yang tetap ingin melaksanakan shalat Tarawih berjamaah di bulan Suci Ramadhan mendatang.

“Tetapi di daerah yang potensi penyebaran Covid-19 tidak terkendali atau sangat tinggi dengan istilah sekarang disebut dengan zona merah, maka tidak boleh melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau musala. Termasuk kegiatan ibadah lainnya seperti salat tarawih berjamaah, tabligh akbar dan lain-lain, yang semuanya menimbulkan kerumunan yang berpotensi menyebarkan Covid-19,” kata Ustaz Dahlan, kepada Indonesiainside.id, saat dihubungi, Selasa (21/4).

Ketua Pengurus Besar Al-Jam’iyatul Washliyah (Al-Washliyah) ini menegaskan bahwa MUI tidak pernah melarang orang beribadah, apalagi salat berjamaah di masjid yang pahalanya 27 kali dibanding salat sendiri. Ia menyampaikan bahwa yang dilarang adalah kerumunannya.

“Karena kerumunan itulah yang menyebabkan terjadi penularan, maka demi kemaslahatan masyarakat kita, untuk sementara bersabarlah untuk beribadah di rumah. Jika keadaan telah normal kembali, maka kita akan kembali memakmurkan masjid dengan beramai-ramai ke masjid,” ujarnya.

Karena itu, fatwa MUI penting dibaca secara utuh, tidak sepotong-sepotong. MUI menghargai semangat beragama yang tinggi pada sebagian masyarakat yang bersikeras untuk tetap beribadah di masjid secara berjamaah, namun harus tetap mengutamakan kemaslahatan lebih luas.

“Fatwa MUI adalah pendapat hukum dalam hal ini untuk kemaslahatan dan kesehatan masyarakat. Kita berharap pemerintah menerjemahkan fatwa MUI tersebut untuk mengambil langkah-langkah yang terukur dan tegas guna menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan Aplikasi “Peduli Lindungi“ untuk melacak penyebaran virus corona jenis baru sudah tersedia di Play Store bagi pengguna Android. Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan. (Aza)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *