Merangkak Naik, DPR Minta Pemerintah Serius Jaga Kestabilan Harga Bahan Pokok

0
(0)

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR, Chairul Anwar, meminta pemerintah serius menjaga kestabilan harga bahan pokok yang mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Ia berharap pemerintah tak menambah penderitaan masyarakat dengan membiarkan harga kebutuhan pokok meningkat.

“Masyarakat kita sudah hidup prihatin di masa Covid-19 ini, kami harap pemerintah gerak cepat untuk mengembalikan serta menahan kenaikan harga bahan pokok yang sudah merangkak naik di pasaran,” ucap kaya Chairul di Jakarta, Sabtu (16/5).

Saat ini harga bawang merah di pasar tradisional di seluruh provinsi dibanderol Rp52.250 per Kg. Sejak hari pertama puasa, harga bawang merah naik 16,8 persen, padahal harga acuan bawang merah yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp32.000 per Kg.

Harga gula juga melambung tinggi. Saat ini harga gula pasir Rp20.000 di beberapa agen, dapat dipastikan tingkat retail lebih tinggi. Selain itu, keberadaan gula pasir di pasar modern sudah semakin langka. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) gula Rp12.500 per Kg.

Harga komoditas lain juga merangkak naik, seperti harga daging ayam ras segar. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga 1 Kg daging ayam ras segar dibanderol di atas Rp30.000. Sejak hari pertama puasa, harga daging ayam naik 11,4 persen.



“Kami sudah memperingatkan Kementerian Perdagangan untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, sehingga pemerintah bisa menstabilkan harga kebutuhan pokok,” ucap Chairul.

Namun faktanya, kata dia, di lapangan malah terjadi kenaikan harga beberapa bahan pokok. “Kami menyayangkan hal ini dan berharap pemerintah melalukan langkah serius untuk menekan harga kebutuhan pokok,” ucap Chairul.

Dia meminta pemerintah menguatkan koordinasi antarlembaga agar bisa memecahkan permasalahan tersebut. Pemerintah harus kompak dan melakukan sinergi dengan baik.

“Permasalahan kenaikan harga ini tidak hanya menjadi tanggung jawab satu sektor saja, tapi ini multisektor, ada sektor perdagangan, sektor pertanian, BUMN, bahkan instansi penegak hukum juga harus dilibatkan terutama jika ada pihak yang memanfaatkan momen ini untuk mengeruk keuntungan,” ucap Chairul.(PS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Tidak Menggunakan AC dan Jangan Mudik

Sat May 16 , 2020
0 (0) Oleh: Soerjatmono, dokter spesialis anak tinggal di Kediri. Sejak mulainya wabah virus corona di Wuhan, Hubei, Cina, tentunya semua umat manusia, khususnya insan kesehatan, saat itu dibuat terkejut. Dalam benaknya semua berpikir, apa yang kita bisa lakukan kalau virus itu menuju ke sini. Tentu tidak bermaksud mengharap tapi […]