Menjelang Akhir PSBB Tahap III, Ada 7.459 Kasus Positif Covid-19 di Jakarta

0
(0)

Jakarta – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran pandemi virus corona (Covid-19) di ibu kota telah memasuki tahap ketiga. Kebijakan tersebut akan berakhir pada tanggal 4 Juni mendatang.

Kebijakan ini tampaknya belum mampu mengurangi jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta. Dilansir dari laman resmi milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id. kasus positif Covid-19 di ibu kota melewati angka 7.000, tepatnya berada di angka 7.459, Selasa (2/6). Ada 76 kasus tambahan dari total kemarin, Senin (1/6).

Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 2.405 orang dinyatakan sembuh, 525 orang meninggal dunia, 1.743 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 2.786 lainnya melakukan isolasi mandiri di rumah. Sebelumnya, terdapat 2.246 orang dinyatakan sembuh, dan 521 lainnya meninggal dunia, serta terdapat 1.794 pasien dirawat di rumah sakit dan 2.822 orang isolasi mandiri di rumah.

Lalu, untuk jumlah orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 18.651 orang, orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 15.805 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 11.026 orang. Ada peningkatan yang cukup signifikan terkait orang yang sembuh dari virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina, itu.

Pemprov DKI juga masih terus melakukan tes cepat Covid-19 sebagai proses deteksi dini massal. Ini dilakukan dengan memprioritaskan orang-orang yang berisiko tinggi terpapar virus corona.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, memaparkan bahwa tes itu berlangsung di seluruh wilayah ibu kota (termasuk Kepulauan Seribu) dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Sasaran tes cepat juga ditujukan kepada warga lansia, warga dengan kasus penyakit tertentu, dan pada ibu hamil.

“Adapun jumlah tes cepat yang sudah dilakukan sampai kemarin ialah 143.367 orang, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 4 persen. Dari jumlah tersebut, 5.683 dinyatakan reaktif dan 137.684 orang lainnya dinyatakan nonreaktif,” ujarnya melalui video konferensi pers dan dikutip Indonesiainside.id.

“Tentu sebagaimana protokol kesehatan yang berlaku terhadap 5.683 orang yang dinyatakan reaktif, akan ditindaklanjuti dengan swab tes PCR (polymerase chain reaction). Dengan demikian, hasilnya sesuai dengan apa yang diatur di dalam protokol kesehatan,” tuturnya.

Ani juga memaparkan bahwa hingga kemarin, ratusan ribu sampel telah diperiksa untuk melalui tes PCR. Ia menuturkan, satu pasien dapat dites beberapa kali selama periode perawatan.

“Secara kumulatif, pemeriksaan PCR yang telah dilakukan di DKI Jakarta sampai dengan tanggal 1 Juni 2020 sebanyak 154.345 sampel. Sedangkan, tes PCR per tanggal tersebut dilakukan pada 1.512 orang. Sebanyak 1.008 di antaranya dilakukan tes untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru dengan hasil 73 positif dan 935 negatif,” paparnya. (05/ SPA)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Asosiasi Haji dan Travel Desak Menag Duduk Bersama Bahas Pembatalan Haji

Wed Jun 3 , 2020
Post Views: 0 0 (0) Jakarta– Kementerian Agama (Kemenag) diminta duduk bersama dengan asosiasi haji guna membahas pembatalan pemberangkatan haji pada tahun 2020 ini. Himbauan ini disampaikan Ketua Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Sathu) Fuad H Mansyur hari Selasa (2/6). “Kami dapat memaklumi keputusan itu. Apalagi […]