Mengkhawatirkan, 70 Persen UMKM Berhenti Produksi karena Pandemi

0
(0)

Jakarta – Pandemi Covid-19 turut menghantam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebanyak 70 persen UMKM berhenti beroperasi selama masa pandemi.

Demikian salah satu kesimpulan hasil survei Organisasi Buruh Internasional (ILO) Indonesia . Periode survei digelar selama 6 sampai 17 April dan menjaring sebanyak 571 pelaku UMKM di seluruh Indonesia, 60 persen dari mereka merupakan pelaku usaha mikro.

“Hasilnya walau waktunya hanya dua atau tiga bulan (wabah Covid-19), sebanyak 70 persen UMKM menyatakan setop produksi dan 90 persen dari mereka bilang cash flow mereka terdampak,” kata Manajer Proyek SCORE-ILO, Januar Rustandie dalam diskusi daring yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Rabu (3/6).

Januar menambahkan, sekitar dua pertiga dari mereka yang berhenti berproduksi kondisinya sangat menghkawatirkan. Mereka bisa berhenti berusaha sementara hingga dalam waktu yang lama. Sementara, yang mengaku masih bisa bertahan hanya sebesar 27,8 persen dari responden.

“Kebanyakan mereka berhenti sementara karena pengurangan order yang mereka terima,” katanya.

Sebelumnya, dia mengatakan, menurut riset ILO Genewa, pandemi covid-19 mengancam lapangan kerja hingga 24,7 juta pekerja di dunia. Pandemi covid-19 dipandang sangat berdampak buruk bagi keberlangsungan bisnis saat ini.

“Kalau tadi dibilang bahwa 90 persen cash flow-nya kacau, hasil survei kami mendapati lebih dalam lagi bahwa 52 persen UMKM kehilanga pendapatan hingga 50 persen dari yang biasa,” ungkapnya. (ii/GUS)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Lewat Investasi di Gojek, Facebook Ingin Seperti WhatsApp di Indonesia

Thu Jun 4 , 2020
0 (0) Jakarta – Gojek menjadi perusahan pertama asal Indonesia yang menerima investasi dari Facebook. Langkah tersebut diambil Facebook karena ingin menciptakan peluang bagi dunia bisnis di Indonesia, termasuk melalui layanan instant messaging yang sudah digunakan secara luas, yakni WhatsApp. “Gojek, WhatsApp, dan Facebook adalah layanan yang penting di Indonesia. […]