Mendikbud Dicari Mahasiswa, Ketua Komisi X DPR Merespons

0
(0)

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengabaikan permintaan audiens dari Badan Eksekutif Mahaiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Karena kesal, mahasiswa melambungkan tagar #MendikbudDicariMahasiswa hingga mencapai trending topic.

Itu pun belum ditanggapi Nadiem yang juga sebagai menteri milenial di kabinet Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Selama ini, Nadiem memang dikenal tidak terbuka dalam komunikasi, bahkan terbawa hingga ke lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menyikapi kebuntuan komunikasi dengan mahasiswa, Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi komunikasi antara BEM Seluruh Indonesia (SI) dengan Mendikbud Nadiem Makarim.

“Kami menilai ramainya tagar #MendikbudDicariMahasiswa sebagai bentuk kebuntuan komunikasi antara para mahasiswa dengan jajaran Kemendikbud. Jika diperlukan kami siap mencairkan kebuntuan komunikasi tersebut dengan mengundang Mendikbud maupun perwakilan BEM untuk bicara bersama,” ujar Huda dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/6).

Dia menjelaskan, persoalan tuntutan mahasiswa terkait besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama pandemi Covid-19 merupakan sesuatu yang harus didengar. Kesulitan mahasiswa dalam membayar biaya kuliah selama wabah Covid-19 akibat penurunan pendapatan para orang tua mahasiswa merupakan kesulitan nyata.

“UKT merupakan model pembayaran kuliah yang berbasis penghasilan orang tua, jika banyak orang tua yang mengalami penurunan pendapatan selama wabah Covid-19, maka sudah sewajarnya ada kebijakan relaksasi besaran UKT yang harus dibayarkan oleh mahasiswa,” kata dia.



Huda mengatakan, dari kronologis yang disampaikan oleh BEM SI yang mengirimkan permohonan audiensi kepada Kemendikbud sejak 29 April 2020. Para mahasiswa ingin menyampaikan aspirasi terkait relaksasi biaya kuliah selama masa pandemi, dan permohonan bantuan internet untuk mendukung perkuliahan online.

Selain itu, ada juga permintaan bantuan logistik bagi para mahasiswa yang tidak bisa pulang kampung. Para mahasiswa juga ingin menyampaikan aspirasi terkait isu kesejahteraan guru honorer dan pembelajaran jarak jauh di Indonesia yang masih belum siap.

“Namun ternyata sampai kemarin permohonan audiensi itu tidak mendapat tanggapan, sehingga munculah tagar #MendikbudDicariMahasiswa yang sempat menjadi trending di media sosial,” kata dia.

Pemerintah telah menyiapkan skema bantuan sosial untuk mahasiswa melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Bahkan Kemendikbud juga telah menyiapkan skema relaksasi UKT seperti penundaan pembayaran, penurunan besaran UKT, hingga pembayaran UKT secara bertahap.

“Artinya skema bantuan sudah, hanya saja kurang terkomunikasikan dengan baik. Maka kami berharap jajaran Kemendikbud menyiapkan waktu untuk beraudiensi dengan mahasiswa. Kami siap memfasilitasi pertemuan perwakilan mahasiswa dan Kemendikbud baik secara online maupun tatap muka,” imbuh dia. (Aza/Ant)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Nasib Kelanjutan Liga 1 Indonesia Dirapatkan Malam Ini

Wed Jun 3 , 2020
0 (0) Jakarta – Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk menghasilkan keputusan akhir soal kelanjutan Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020 dijadwalkan berlangsung pada Rabu (3/6), malam. Pertemuan yang berlangsung secara virtual itu akan dihadiri oleh seluruh anggota Exco PSSI termasuk Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. “Rencananya malam ini,” […]