by

Mencapai Puluhan Ribu, Kasus DBD di Indonesia

Jakarta: Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia periode Januari hingga Juni 2022 (minggu ke-24) tercatat mencapai 56.825 kasus, dengan 545 kasus kematian.

“Kematian tertinggi terbanyak di Jawa Tengah 49 kematian,” kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Drg. Agus Suprapto, M.Kes. dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Rabu (29/6/2022).

Ia merinci, jumlah kasus terbanya berada di Jawa Tengah dengan 1.923 kasus, DKI Jakarta 1.010 kasus, Sumatera Utara 513 kasus, dan Kepulauan Riau 394 kasus.

Selanjutnya, Sulawesi Selatan 223 kasus, NTT 178 kasus, Sulawesi Tengah 150 kasus, Bangka Belitung 102 kasus, Sulawesi Barat 16 kasus, dan Kalimantan Selatan 3 kasus.

Menurutnya, kasus kematian yang terbanyak berada pada usia remaja.

“Yang usia tua jarang dan yang anak-anak ada yang meninggal tetapi usia remaja yang banyak,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi DBD, ia mengingatkan, warga untuk rajin membersihkan saluran air seperti got di depan rumah.

“Saya kira ini Jumantik (juru pemantau jentik) perlu digerakkan kembali untuk segera mengidentifikasi nyamuk aedes aegypti,” tegasnya.

Diketahui, dalam mengatasi penyebaran DBD, Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian DBD terutama di daerah-daerah endemik.

Mengingat DBD cenderung meningkat saat musim hujan, Kementerian Kesehatan mendorong agar masyarakat aktif melakukan upaya promotif preventif melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).

Gerakan ini melibatkan peran aktif masyarakat khususnya anggota keluarga untuk melakukan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus di lingkungan rumah, tempat-tempat umum dan tempat-tempat institusi untuk mencapai Angka Bebas Jentik ≥ 95 %.