Melonggarkan PSBB di Tengah Meningkatnya Kasus Covid-19 Pilihan yang Dilematis

0
(0)

Jakarta – Melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah penambahan kasus Covid-19 yang semakin meningkat merupakan pilihan yang dilematis. Hal itu disampaikan pakar kesehatan yang juga sebagai CEO Pharma Care Consulting, Julian Afferino.

Menurutnya, kapan Covid-19 ini akan berakhir tidak ada yang mengetahui, WHO juga memperkirakan bahwa Covid-19 tidak akan berakhir dalam waktu singkat.

“Sedangkan kehidupan harus terus berlanjut. Sektor produksi harus tetap berjalan, sektor informal paling merasakan dampaknya karena merupakan sektor yang paling banyak menopang kehidupan rakyat,” ujarnya, Senin (18/5).

Pemerintah, lanjut Julian, tidak memiliki kemampuan untuk terus memberi bantuan sementara pandemi ini tidak diketahui kapan berakhir. “Berlanjutnya PSBB akan memicu gelombang PHK besar-besaran,” katanya.

Sementara viralnya tagar #IndonesiaTerserah, di mana dokter pasrah dengan kebijakan pemerintah dengan melonggarkan PSBB terkait masalah ekonomi dan politik tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Menurut perkiraan para ahli, Corona akan tetap ada hingga waktu yang lama, seperti juga virus demam berdarah dan yang lainnya.

“Sehingga kita tidak bisa terus bersembunyi, PSBB dalam jangka panjang akan menghancurkan perekonomian, melemahkan sendi-sendi kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Untuk relaksasi PSBB ini, ia mengapresiasi, karena kita akan menuju tatanan kehidupan baru. “Kita tidak hanya butuh sehat, tapi juga butuh makan dan pekerjaan,” terangnya. (SD)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ingatkan Kasus Covid-19 di Jerman , Pengamat : Meningkat Setelah Relaksasi

Mon May 18 , 2020
0 (0) Jakarta – Meskipun beberapa pemerintah daerah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), aktivitas masyarakat Indonesia masih berjalan seperti biasa. Dengan begitu, penularan masih terus terjadi dan masih mungkin mencapai rekor atau puncak kasus baru. Pasalnya, sebagian masyarakat tidak dapat berdiam diri jika hanya mengandalkan aktivitas di rumah saja, […]