Melihat Perbedaan PSBB Ketat dan Lockdown

0
(0)

Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total mulai 14 September. Artinya, segala pelonggaran aktivitas yang terjadi selama masa transisi dicabut kembali.

PSBB ketat sendiri hanya menerapkan pembatasan pada kegiatan tertentu. Pembatasan terbagi dari peliburan sekolah, tempat kerja, kegiatan keagamaan, sosial-budaya, fasilitas umum, dan moda transportasi.

Lantas apa sih bedanya PSBB dengan lockdown?

Dalam hal penyebaran virus, lockdown berarti kondisi dimana masyarakat tidak boleh meninggalkan tempat tinggal sama sekali kecuali untuk hal yang bersifat urgent.

Bahkan saat itu di Negara Italia, warga harus memiliki ijin khusus jika ingin berpergian. Namun dalam lockdown biasanya, supermarket, apotik, dan rumah sakit akan tetap buka.

China tepatnya di Kota Wuhan saat itu sudah mengeluarkan kebijakan lockdown sejak episentrum pertama kasus itu menunjukan lonjakan kasus secara signifikan.

Terbukti, saat ini Kota Wuhan sudah mulai beraktivitas kembali walaupun tidak sepadat biasanya. Namun apakah lockdown menjadi salah satunya cara yang paling ampuh untuk menekan penyebaran covid-19?

Tentu tidak, negara Singapura dan Korea Selatan sendiri memilih tidak memberlakukan lockdown. Mereka tetap mampu menahan penyebaran dengan tingkat kematian akibat COVID-19 yang rendah.

Dilansir dari NPR, Dr. Laura Hawryluck, profesor bidang kedokteran perawatan kritis dari University of Toronto, mengatakan bahwa banyak warga di Wuhan yang sebenarnya jadi stres ketika lockdown diterapkan.

Laura menambahkan bawah stres yang dirasakan oleh mereka karena semata-mata mereka terlalu takut tertular penyakit corona tersebur, rasa takut menularkan ke orang terdekat, dan kecemasan soal penghasilan yang hilang tiba-tiba, karena mereka sudah tidak lagi bisa bekerja.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

14 RS Jakarta jadi Rujukan Pasien Covid-19

Sat Sep 12 , 2020
0 (0) Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjuk 14 rumah sakit (RS) di wilayah Kota Jakarta Selatan sebagai rumah sakit rujukan penanggulangan pasien Covid-19. Kepala Suku Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jakarta Selatan, Muhammad Helmy menjelaskan, belasan rumah sakit itu ditunjuk sesuai dengan SK Kepala Dinkes Provinsi DKI Jakarta yang dikeluarkan […]