by

Melejit Tiga Kali Lipat, Kasus Cacar Monyet Eropa

Kopenhagen: WHO Regional Eropa menyuarakan kekhawatiran penyebaran cacar monyet akan membesar, menyusul penularan kasus baru tiga kali lipat di kawasan ini. Eropa juga menjadi kawasan penyebaran terbanyak dibandingkan wilayah kerja WHO kawasan lain.

Direktur Regional WHO untuk Eropa Dr Hans Henri P. Kluge menegaskan risiko cacar monyet di Regional Eropa sangat tinggi. International Health Regulations (2005) Emergency Committee atau Komite Darurat IHR, menurutnya, juga kemungkinan akan meninjau ulang kondisi wabah ini.

IHR merupakan instrumen hukum internasional yang mengikat secara hukum di 196 negara, termasuk 194 negara anggota WHO. Setiap anggotanya memiliki hak dan kewajiban untuk melaporkan kejadian kesehatan masyarakat. IHR juga menentukan apakah suatu peristiwa tertentu dapat diajukan sebagai “darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional” atau tidak.

“Regional Eropa WHO mewakili hampir 90 persen dari semua kasus yang dikonfirmasi laboratorium dan dilaporkan secara global sejak pertengahan Mei. Dan sejak pernyataan terakhir saya pada 15 Juni, enam negara dan wilayah baru – sehingga total menjadi 31 – telah melaporkan kasus cacar monyet, dengan kasus baru kasus meningkat tiga kali lipat selama periode yang sama menjadi lebih dari 4.500 kasus yang dikonfirmasi laboratorium di seluruh Regional,” ungkap Kluge di Kantor Regional WHO untuk Eropa di Kopenhagen, Denmark, Jumat (1/7/2022).

Dalam keterangan tertulis Regional WHO untuk Eropa, ia menjelaskan, sebagian besar kasus yang dilaporkan sejauh ini terjadi di antara orang-orang berusia antara 21 dan 40 tahun, dan 99% dari mereka adalah laki-laki, dengan mayoritas laki-laki yang melakukan hubungan seksual sesama laki-laki.

Namun, ia juga mengungkap sejumlah kasus kecil yang sekarang muncul di antara anggota rumah tangga, kontak heteroseksual, dan kontak non-seksual serta di antara anak-anak. Hampir 10% pasien dilaporkan telah dirawat di rumah sakit baik untuk perawatan atau untuk tujuan isolasi, dan satu pasien telah dirawat di ICU. Sejauh ini tidak ada yang dilaporkan meninggal.

Sebagian besar kasus menunjukkan munculnya ruam dan sekitar tiga perempat dari kasus tersebut melaporkan adanya gejala sistemik seperti demam, kelelahan, nyeri otot, muntah, diare, menggigil, sakit tenggorokan atau sakit kepala.

“Minggu lalu, Komite Darurat IHR menyarankan bahwa wabah pada tahap ini harus ditetapkan untuk tidak menjadi Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC),” kata Kluge. “Evolusi yang cepat dan sifat darurat dari peristiwa tersebut berarti bahwa Komite akan segera meninjau kembali posisinya.”