Media Asing Juluki Budi Arie ,Menteri Giveaway

Jakarta – Menkominfo Budi Arie menjadi pemberitaan tersendiri di media asing Channel News Asia.

Bahkan, media yang berbasis di Singapura itu menyebut bahwa Budi Arie Setiadi sebagai “menteri giveaway”.

Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendapatkan sorotan media asing usai terjadi peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 Indonesia sejak akhir Juni 2024.

CNA juga menyoroti adanya petisi yang mendesak Menkominfo Budi Arie mengundurkan diri dari jabatannya karena gagal memenuhi target memulihkan ratusan data yang diretas hingga akhir Juni 2024.

Baca juga: Didesak Mundur dari Menkominfo Imbas Pusat Data Nasional Diserang Hacker, Budi Arie: No Comment

Hingga waktunya berlalu, baru ada lima institusi yang datanya pulih.
Media asal Singapura, Channel News Asia (CNA) menyebut Menkominfo Budi Arie sebagai menteri giveaway yang mendapat tekanan untuk mengundurkan diri oleh publik.

Budi dinilai yang paling bertanggung jawab atas gangguan keamanan siber berupa ransomware yang menyerang PDNS.

Serangan ini memengaruhi 239 lembaga di Indonesia, termasuk 30 kementerian dan lembaga pemerintah.

Terkait kejadian tersebut, SAFEnet membuat petisi lewat Change.org yang mendesak Budi mengundurkan diri.

Hingga awal Juli 2024, petisi itu telah ditandatangani lebih dari 18.000 orang dalam kurun waktu seminggu sejak dibuat. CNA juga mengutip pernyataan Direktur Eksekutif SAFEnet, Nenden Sekar Arum yang menduga Budi menjadi menteri karena mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Pemilu 2014 dan 2019.

“Jangan sampai ada ‘giveaway’ seperti ini terus… (Jabatan) ini posisi yang sangat strategis apalagi kita tidak bisa lepas dari dunia digital,” kata Nenden.

Budi diketahui pernah menjadi Ketua Projo, kelompok relawan yang didirikan pada 2013 yang mendukung pencalonan Jokowi sebagai presiden.

Budi lalu diangkat Jokowi sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada 2019 dan Menteri Komunikasi dan Informatika pada Juni 2023.

Budi menolak mengomentari petisi yang memintanya mundur tersebut.

Namun, Projo justru menuduh petisi itu dibuat fraksi yang menentang Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

Sebab Prabowo yang menang Pilpres 2024 kerap dianggap mendapat dukungan Jokowi. Nenden membantah tuduhan tersebut.

Menurutnya, petisi itu dibuat karena kinerja Budi berdampak langsung untuk kepentingan publik.

Salah satunya petisi yang diunggah Southeast Asia Freedom of Expressiin Network atau Safenet di situs change.org dengan judul ” PDNS Kena Ransomware, Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi harus mundur!”

Hingga Jumat (28/6/2024) siang, petisi ini sudah ditandatangani oleh lebih dari 7.000 orang sejak diunggah 26 Juni lalu.

Safenet menyebut tidak ada pertanggung-jawaban yang jelas dari Kominfo, padahal serangan siber sudah sering terjadi.

Sebagai tanggung jawab, Budi Arie didesak mundur dan meminta maaf secara terbuka.

Terkait petisi yang mendesaknya mundur, sebagai tanggung jawab atas jebolnya server Pusat Data Nasional oleh serangan siber,

Menkominfo Budi Arie merespons dengan menjawab no comment. Tapi menurutnya itu hak masyarakat untuk bersuara. Membela diri, ia bilang sejauh ini tak ada bukti terjadi kebocoran data.

Profil Budi Arie Setiadi
Dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com, Budi Arie lahir di Jakarta pada 20 April 1979 dari pasangan Joko Asmoro dan Pudji Astuti.

Dilansir dari Kompaspedia, ia menghabiskan masa kecil hingga remaja di Jakarta.

Budi Arie pernah menempuh pendidikan di SD dan SMP Fons Vitae II Jakarta Utara.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya ke SMA Kolose Kanisius di Jakarta Pusat pada 1988.

Selepas lulus dari bangku SMA pada 1990, Budi Arie berkuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Indonesia (UI).

Selama berkuliah di kampus tersebut, Budi Arie berkiprah sebagai aktivis dan mendapat panggilan sebagai Muni.

Ia pernah menjadi Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fisip UI pada 1994 dan Presidium Senat Mahasiswa UI 1994-1995.

Selain itu, Budi Arie juga mendirikan dan membina membina Forum Studi Mahasiswa (FSM) UI serta aktif di Kelompok Pembela Mahasiswa (KPM) UI.

Penah berkarier sebagai jurnalis
Budi Arie juga terjun ke dunia jurnalistik ketika ia masih mahasiswa, salah satunya menjadi Redaktur Pelaksana (Redpel) Majalah Suara Mahasiswa UI pada 1993–1994.

Di sisi lain, Budi Arie pernah menjalani profesi sebagai jurnalis di Media Indonesia pada 1994.

Dua tahun setelahnya, ia bersama koleganya mendirikan Mingguan Ekonomi bernama Kontan.

Budi Arie menghabiskan waktunya sebagai jurnalis di media tersebut hingga 2001.

Setelah itu, ia berpindah ke PT Mandiri Telekomunikasi Utama.

Di perusahaan ini, Budi Arie sempat menduduki jabatan sebagai direktur utama pada 2001-2009.

Budi Arie juga mengemban tugas lain sebagai Pemimpin Umum Tabloid Bangsa pada 2008-2009.

Kemudian, Budi Arie melanjutkan kariernya sebagai pengusaha dengan menjadi Direktur PT Daya Mandiri pada 2010-2014 dan Direktur Utama NKR Investama sekaligus Direktur PT Sarana Global Informasi pada 2009-2014.

Ia juga pernah menjadi Direktur Utama di PT Mitra Lumina pada 2011-2014.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *