Masyarakat Menilai, Mau Dapat Kerja Harus Punya Kemauan Keras dan Skill

0
(0)

Jakarta : Masih berkaitan dengan isu tenaga kerja di Indonesia. Sebanyak 47,3 persen masyarakat yakin bahwa tingkat pengangguran akan turun pada 2024 mendatang.

Dan masyarakat yang yakin bahwa pemerintah pusat memegang peran penting menurunkan tingkat pengangguran adalah sebesar 34,7 persen.

Akan tetapi, masyarakat juga melihat bahwa bukan semua tergantung pada pemerintah, karena tugas pemerintah itu sendiri sebenarnya hanya memfasilitasi rakyat. Artinya, kemauan kerja dari si pelamar pekerjaan itu juga menentukan.

“Peran paling besar dalam mengurangi jumlah pengangguran menurut masyarakat adalah harus dari kemauan diri sendiri (75,7 persen),” ujar Peneliti Utama Puslitbang Diklat LPP RRI, Muhammad Qodari, dalam rilis hasil survei terbaru di National Integrated Newsroom Radio Republik Indonesia, Sabtu (29/2/2020).

Kemauan diri sendiri yang sangat kuat itu, berkorelasi juga dengan kemampuan atau skill yang dimiliki. Dimana jika tenaga kerja punya pendidikan atau skill yang sesuai, mereka akan dengan mudah mengisi setiap posisi lowongan kerja, sehingga akan mengurangi tingkat pengangguran nantinya.

“Salah satu peran besar dalam mengurangi jumlah pengangguran menurut masyarakat adalah tingkat pendidikan (skill) dari si pencari kerja itu sendiri (16,2 persen). Terakhir adalah tidak pilih-pilih pekerjaan (8,1 persen),” tandas Qodari.

Metodologi survei yang digunakan dengan mengambil sample dari 5 (lima) provinsi di Indonesia yaitu : Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Dimana kelima provinsi tersebut setara dengan 55 persen populasi nasional.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah quota & purposive sampling. Jumlah sampel sebesar 400 responden tersebar secara proporsional. Dengan margin of error sebesar ± 4.90 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah yang bertempat tinggal di wilayah survei.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara via telepon seluler menggunakan kuesioner. Data telepon seluler responden diambil secara acak dari no telp seluler responden hasil survei nasional, survei pileg, survei pilkada dan quick count di setiap wilayahnya di masa sebelumnya.

Waktu pengumpulan data Tanggal 20 – 25 Februari 2020.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *