by

Masyarakat Jangan Paranoid Ancaman Omicron

Tangerang: Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat tidak berlebihan menghadapi acaman penyebaran varian baru Covid-19 B.1.1.529 atau Omicron.

Luhut memastikan pemerintah telah mengantongi data akurat terkait perkembangan varian tersebut.

“Saya mohon dengan kerendahan hati jangan terlalu cepat berkomentar, kita enggak bodoh-bodoh amat kok,” ungkapnya kepada RRI.co.id, usai Kapolri Jederal Listio Sigit Prabowo meluncurkan aplikasi monitoring karantina presisi di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Luhut juga meminta masyarakat tidak saling menyalahkan ihwal upaya pencegahan Omicron. Masyarakat diharapkan mengikuti kebijakan yang diterapkan pemerintah.

“Kita tidak ingin seperti negara lain yang puluhan ribu ratusan ribu yang sakit, kalau tidak jutaan yang sakit, seperti di Amerika, Inggris, dan tempat lain-lain. Kita bersyukur sampai hari ini Indonesia, seperti ini,” ujarnya.

Diketahui, terdapat 15 petugas kesehatan Bandara Soekarno Hatta dan dua warga Kota Tangerang terkonfirmasi sebagai suspect Omicron.

Kemudian, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/1391/2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 varian Omicron.

SE yang ditandatangani Menkes pada 30 Desember 2021 tersebut ditujukan kepada para gubernur dan bupati/wali kota serta kepala dinas kesehatan provinsi dan kepala dinas kesehatan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Poin utama dari aturan ini untuk memperkuat koordinasi pusat dan daerah serta fasilitas layanan kesehatan dalam menghadapi ancaman penularan Omicron. Mengingat dalam beberapa waktu terakhir kasus transmisi lokal terus meningkat,” kata juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes, Red) Siti Nadia Tarmizi.

Nadia mengungkapkan penambahan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia masih didominasi oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari perjalanan luar negeri. Sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala.

“Gejala paling banyak adalah batuk sekitar 49 persen dan pilek 27 persen,” tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *