by

Masuk Daftar Hitam, Nasib Driver Ojol yang Tendang Calon Penumpang Wanita

Jakarta – Ketika menghajar seorang wanita yang merupakan calon penumpangnya dan Masih ingat kasus pengemudi ojek online di Bandung, Jawa Barat. Ini Peristiwa menjadi viral karena terekam kamera dan videonya disebarkan di media sosial.

Tak terima dengan perlakuan sang driver, wanita bernama Anoy Roz pun melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Dalam video tersebut Anoy Roz, yang menggunakan jaket abu-abu dan celana merah, ditendang di bagian perut, setelah keduanya sempat cekcok dan ternyata Anoy seorang binaragawati.

Sementara itu, manajemen Grab Indonesia menananggapi insiden kekerasan yang dilakukan mitra pengemudi GrabBike.

Director of West Indonesia, Grab Indonesia Richard Aditya, mengatakan proses investigasi internal telah rampung.

“Pelaku pun telah mengaku tindakan kekerasan kepada calon penumpang dan menyesali tindakannya”, ujarnya.

Bahkan menurut mitra pengemudi, tindakan emosional ini dipicu oleh interaksi dan respons kurang etis yang diterima oleh driver saat berkoordinasi dengan calon penumpang.

“Kami telah memutus kemitraan dan memasukkan mitra pengemudi terkait dalam daftar hitam (blacklist) karena mitra pengemudi terkait telah mengakui melakukan tindak kekerasan pada calon penumpang.”, ungkapnya.

Adapun mitra yang telah masuk dalam daftar hitam (blacklist) lanjutnya, tidak akan lagi dapat bermitra dengan Grab Indonesia,” ujar Richard dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/11/2022).

Baca Juga : Ini Videonya, Driver Ojol Tendang Penumpang Wanita

Saat ini, Grab tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat untuk membantu memfasilitasi pertemuan antara calon penumpang dengan pengemudi atas nama pribadi yang bersangkutan.

bahkan ia menjelaskan, pengemudi menyatakan bersedia untuk melakukan pertemuan secara tertutup.
Dan ia pun telah memohon maaf secara langsung, dan mengunggah permohonan maaf pada akun media sosial miliknya.

Grab siap bekerja sama dengan pihak berwenang dan mendukung proses penyelidikan lebih lanjut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Keselamatan, keamanan, serta kenyamanan baik penumpang maupun mitra pengemudi merupakan prioritas utama Grab.

Grab tidak menolerir segala bentuk kekerasan dan akan selalu mengambil langkah tegas sesuai peraturan dan hukum yang berlaku.(tribunbanten)