Masinton: Pungut Pajak Tapi Doyan Ngutang, Negara Jangan Lebih Sadis dari VOC

0
(0)

Jakarta – Politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, meminta masyarakat mengawasi jalannya pemerintahan setelah merdeka. Ia tak ingin pemerintah mewarisi sifat Verrenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada zaman penjajahan Belanda.

Masinton mengingatkan, VOC pada zaman penjajahan Belanda gemar memungut pajak dari rakyat. Tapi, di sisi lain mereka tidak mengambil utang ke luar negeri. Ia tak ingin hal itu terjadi pada negara Indonesia, yang sudah merdeka, yakni negara mengambil pajak tetapi utang ke luar negeri terus berjalan.

“Kalau VOC mungut pajak berbisnis tapi tidak ngutang. Nah kita pemerintahan di alam merdeka ini gak boleh lebih parah dari VOC, mungutin (pajak) dari rakyat terus ngutang-ngutang juga. Kita harus mengawal bagaimana kita mewujudkan kemandirian dan kedaulatan nasional,” kata Masinton dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (17/6).

Namun, Masinton menegaskan bahwa dirinya tidak secara spesifik mengarah ke pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. “Negara, maksud saya negara Indonesia merdeka itu jangan lagi berperilaku lebih sadis dari VOC. Kalau VOC kan hanya sekedar memungut (pajak). Nah ini kita negara Indonesia merdeka udah mungut (pajak) juga dari rakyat, ngutang juga ke luar negeri,” ucap Masinton.

Selain itu, Masinton menilai segelintir eliter memandang Pandemi Covid-19 sebagai ‘berkah’. Maka itu, dia meminta agar pengawasan kepada pengambil keputusan yang terlibat dalam penanganan Covid-19 harus diperketat.

“Mayoritas masyarakat (melihat) pandemi ini adalah musibah. Namun segelintir elite, ini berkah gitu, yang mengelola ratusan triliun ini buat mereka berkah. Ini yang menurut saya perlu kita awasi betul,” ucap dia.(EP)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

MA Tolak Kasasi KPK, Mantan Direktur Utama PT PLN Tetap Bebas

Thu Jun 18 , 2020
0 (0) Jakarta – Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir. Sofyan dinilai tidak salah dan tetap bebas. “Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sudah tepat dan benar dalam pertimbangan mengenai penerapan […]