by

Masih Tinggi Harga Minyak Goreng

Madiun: Harga minyak goreng di Kota Madiun belum beranjak turun. Baik minyak goreng kemasan berbagai merk maupun curah tanpa merk. Bahkan masih bertengger di angka Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter. Budiono, seorang pedagang di Pasar Besar Madiun (PBM) mengatakan, kenaikan harga minyak goreng terjadi sejak enam bulan terakhir.

Dari yang biasanya Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per liter, kini menembus Rp20 ribu per liter. Harga tersebut sama seperti minyak goreng curah. Ia mengakui, sampai saat ini tidak terjadi kelangkaan minyak goreng di pasaran, bahkan stoknya melimpah.

“Kalau kami dan pembeli ini mintanya ya harga turun, mau sampai kapan ini nanti (harga kelewat mahal.red). Padahal ini stoknya cukup, tapi kenapa harganya naik terus,” katanya ditemui RRI di PBM, Selasa (4/1/2022).

Mulai Turun : Harga cabai rawit di PBM masih tinggi walau telah terjadi penurunan pasca Nataru.
Selain minyak goreng, harga cabai rawit juga masih cukup tinggi, meski telah terjadi penurunan. Saat ini, harga di pasaran sekitar Rp62 ribu per kilogram, dari dua hari sebelumnya di angka Rp90 ribu per kg. Seorang penjual cabai rawit di PBM, Robin menyatakan, kenaikan cabai rawit terjadi sejak beberapa bulan terakhir, imbas cuaca ekstrem.

“Naiknya harga cabai itu disebabkan perubahan musim. Jadi mungkin perawatan cabai ini sangat sulit, biaya perawatannya juga mahal. Tapi pembeli rata-rata sudah mengerti, karena ini bukan hanya terjadi di Madiun saja,” ucap Robin.

Sehari Robin mampu menjual sekitar 20 kg cabai rawit. Dirinya tidak berani menyetok banyak, karena khawatir tidak laku dijual. Apalagi cabai rawit tidak tahan lama, alias cepat membusuk. Cabai rawit yang ia jual ini didatangkan dari sentra produksi di wilayah Pare, Kediri. (imr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *