Masalah Sirekap, Bawaslu Akui Sudah Surati KPU Tiga Kali

Jakarta – Persoalan sirekap menuai banayka masalah. Hal ini di katakan Anggota Bawaslu Lolly Suhenty yang menyebut pihaknya telah menyurati KPU sebanyak tiga kali terkait dengan sistem informasi rekapitulasi (Sirekap).

Hal tersebut dikatakan Lolly saat menghadiri rapat pleno terbuka penghitungan suara tingkat nasional di Ruang Sidang KPU, pada Rabu (28/2).

Hal tersebut menyusul adanya kritikan dari saksi Paslon 03 yang meminta penyelenggara Pemilu khususnya KPU menjelaskan posisi Sirekap sebagai alat penghitungan perolehan suara. Bawaslu juga dimintai keterangan oleh saksi yang hadir di rapat pleno terbuka tersebut.

Lolly menyebutkan bahwa Bawaslu pertama kali menyurati KPU untuk Sirekap ini pada 13 Februari 2024 lalu untuk meminta akses ke Sirekap.

“Bawaslu sudah berkirim surat kepada KPU sebanyak 3 kali. pertama, tanggal 13 Februari sebelum hari pemungutan suara yang pada intinya mempertanyakan, menegaskan kembali soal akses kepada Bawaslu terhadap Sirekap,” kata Lolly.
Selain itu, Lolly juga menyebut surat kedua dari Bawaslu juga dikirimkan sebagai bentuk respons terhadap maraknya data anomali pada sistem Sirekap. Juga banyak pihak yang menganggap Sirekap adalah penghitungan yang akan digunakan KPU untuk menetapkan perolehan suara.

Lacné letenky do Srbska – Porovnajte ceny leteniek – 19-ročné skúsenosti
PelicanTravel
Lacné letenky do Srbska – Porovnajte ceny leteniek – 19-ročné skúsenosti
Ad
Soal ini, Lolly meminta KPU agar tetap menegaskan bahwa Sirekap hanya alat bantu.

“Surat kedua tanggal 17 Februari, yaitu mengingatkan KPU bahwa Sirekap adalah alat bantu, sehingga sebagaimana mestinya alat bantu tidak mengalahkan proses manual berjenjang yang kita lakukan,” ujarnya.

Surat terakhir dari Bawaslu dilayangkan pada 19 Februari. Di surat ketiga tersebut, Bawaslu meminta penjelasan KPU terkait adanya penundaan rekapitulasi di tingkat kecamatan.

“Mempertanyakan meminta penjelasan kepada KPU berkenaan dengan informasi terjadinya penundaan rekapitulasi di tingkat kecamatan dengan alasan untuk optimalisasi Sirekap,” ungkapnya.

Lolly menyebut, KPU memberikan jawaban atas surat yang dikirim pada 17 dan 19 Februari. Lolly mengungkap jawaban KPU bukanlah menunda rekapitulasi, tapi untuk optimalisasi Sirekap. Lolly menegaskan, pihaknya sudah dari lama mengingatkan kepada KPU terkait polemik Sirekap tersebut.

“Terhadap carut marutnya informasi berkenaan dengan akurasi Sirekap, kami menginstruksikan jajaran Pemilu untuk selalu melakukan pengawasan melekat dalam proses rekapitulasi di tingkat kecamatan untuk menyandingkan C.Hasil, C.Hasil salinan, dan Sirekap. Tiga ini kemudian kami mintakan untuk selalu disandingkan,” pungkasnya.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *