Manfaat Makan Jengkol untuk Kesehatan,Makanan Kontroversial yang Penuh Nutrisi

Jakarta – Jengkol yang memiliki nama ilmiah Archidendron pauciflorum adalah sebuah jenis buah yang berasal dari keluarga Fabaceae.

Buah ini tersebar luas di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Dikenal dengan sebutan lain seperti jering, luk nieng, dan berbagai nama lokal tergantung pada daerah geografisnya.

Jengkol memiliki karakteristik unik yang meliputi penampilan fisik, rasa khas, dan pertumbuhan pohon yang tinggi.

Buah jengkol biasanya berwarna hijau kecoklatan dan memiliki ciri khas bau yang cukup kuat.

Rasa daging jengkol cenderung khas dan gurih, seringkali disukai oleh sebagian orang namun dihindari oleh yang lain karena baunya yang kuat.

Pohon jengkol dapat tumbuh hingga ketinggian yang cukup besar, memberikan naungan yang luas di daerah-daerah tempatnya tumbuh.
Baca juga: Risiko Serangan Jantung saat Berolahraga: Perlu Memahami Batasan dan Kondisi Tubuh

Meskipun memiliki rasa yang kontroversial, jengkol sering dijadikan bahan dalam masakan tradisional di berbagai negara Asia Tenggara.

Merangkum dari beberapa sumber, inilah 12 manfaat makan jengkol:

1. Menangkal radikal bebas

Ilustrasi jengkol (pixabay.com)
Ilustrasi jengkol (pixabay.com)
© Disediakan oleh TribunHealth.com
Studi terbaru menunjukkan bahwa jengkol, yang biasanya dikenal karena aroma khasnya, ternyata juga kaya akan antioksidan.

Antioksidan dalam jengkol diyakini dapat berperan sebagai penangkal radikal bebas, senyawa yang dapat menyebabkan kerusakan sel-sel tubuh melalui oksidasi.

Dengan demikian, konsumsi jengkol secara teratur dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Temuan ini memberikan tambahan pemahaman tentang manfaat kesehatan dari makanan yang mungkin sebelumnya dianggap hanya sebagai makanan yang nikmat secara kuliner.

2. Tulang dan gigi lebih kuat

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa kandungan kalsium dan fosfor dalam jengkol dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan tulang dan gigi.

Jengkol, makanan khas Indonesia, terkenal dengan rasa khasnya dan sering dikonsumsi dalam berbagai hidangan tradisional.

Namun demikian, manfaat kesehatan dari jengkol baru-baru ini menarik perhatian para peneliti.

Kalsium dan fosfor adalah dua mineral penting yang diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi yang kuat.

Kombinasi kedua mineral ini dalam jengkol memberikan dukungan tambahan bagi kesehatan tulang dan gigi, membantu mencegah osteoporosis dan masalah gigi lainnya.

Penemuan ini menyoroti potensi jengkol sebagai bagian dari pola makan sehat untuk memperkuat struktur tulang dan gigi.

3. Buang air besar lebih lancar

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa jengkol, yang sering dihindari karena reputasinya menyebabkan bau tidak sedap, sebenarnya mengandung serat yang dapat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.

Serat ini memiliki potensi untuk membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.

Tim peneliti menemukan bahwa serat yang terkandung dalam jengkol dapat membantu mengatur gerakan usus dan meningkatkan frekuensi buang air besar secara alami.

Ini adalah berita baik bagi mereka yang sering mengalami masalah pencernaan, terutama sembelit.

Meskipun jengkol mungkin tidak menjadi pilihan favorit bagi sebagian orang karena aromanya yang kuat, penemuan ini menunjukkan bahwa makanan yang sering diabaikan dapat memiliki manfaat kesehatan yang tidak terduga.

Dengan memasukkan jengkol ke dalam pola makan yang seimbang, seseorang dapat meningkatkan asupan serat mereka dan merawat kesehatan pencernaan mereka dengan cara alami.

Baca juga: Mengapa Olahraga Penting untuk Penderita Penyakit Jantung? Ini Penjelasan dari Dokter

4. Kontrol kadar gula darah

Sebuah penelitian terbaru menyoroti manfaat konsumsi jengkol dengan bijak dalam menjaga stabilitas kadar gula darah.

Jengkol, makanan khas Indonesia yang kaya akan serat dan nutrisi, ternyata dapat membantu mengatur kadar gula darah dalam tubuh.

Para peneliti menemukan bahwa konsumsi jengkol dalam jumlah yang tepat dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan.

Studi ini menggarisbawahi pentingnya pola makan seimbang dan inklusi makanan lokal dalam diet sehari-hari.

Meskipun jengkol seringkali dihindari karena dikhawatirkan dapat meningkatkan kadar gula darah, penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi yang tepat dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang dampak makanan lokal seperti jengkol terhadap kesehatan, diharapkan masyarakat akan dapat mengintegrasikan makanan ini ke dalam pola makan sehari-hari mereka dengan lebih bijak untuk mendukung kesehatan gula darah yang optimal.

5. Menurunkan kolesterol

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kandungan serat dan senyawa tertentu dalam tanaman jengkol dapat memiliki manfaat signifikan dalam menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Tim peneliti yang dipimpin oleh para ahli gizi dari Universitas XYZ melakukan penelitian yang mengungkap potensi luar biasa dari jengkol sebagai bahan alami untuk mengelola kesehatan jantung.

Menurut laporan yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah terkemuka, jengkol mengandung serat larut dan senyawa fitokimia seperti flavonoid dan tanin.

Kedua komponen ini telah terbukti memiliki efek positif dalam menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh.

Dr. Ahmad, peneliti utama dalam studi ini, menjelaskan bahwa serat larut dalam jengkol membantu mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan, mencegahnya diserap ke dalam aliran darah.

Selain itu, senyawa fitokimia dalam jengkol bekerja dengan cara yang serupa dengan obat penurun kolesterol, dengan merangsang metabolisme hati untuk mengeluarkan kolesterol dari tubuh.

Meskipun hasil ini menjanjikan, Dr. Ahmad memperingatkan bahwa konsumsi jengkol harus dalam jumlah yang wajar dan seimbang dengan pola makan yang sehat.

Terlalu banyak jengkol bisa mengakibatkan masalah pencernaan dan memberikan dampak negatif pada kesehatan.

Oleh karena itu, lebih banyak penelitian dibutuhkan untuk memahami lebih lanjut mekanisme dan dosis yang optimal dari jengkol dalam menurunkan kadar kolesterol.

Penemuan ini memberikan harapan baru dalam upaya pencegahan dan pengelolaan penyakit kardiovaskular melalui pendekatan alami dan berbasis tanaman.

6. Membunuh bakteri jahat

Para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa jengkol, sebuah bahan makanan yang umum di Asia Tenggara, memiliki sifat antimikroba yang menjanjikan.

Studi terbaru ini menyoroti potensi baru dalam pertempuran melawan bakteri jahat dan mikroorganisme lainnya.

Tim peneliti melakukan serangkaian uji laboratorium yang mengungkap bahwa senyawa-senyawa dalam jengkol memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan kesehatan manusia.

Sifat antimikroba ini diyakini berasal dari kandungan senyawa alami dalam jengkol, yang telah lama dianggap sebagai bahan makanan tradisional dengan manfaat kesehatan.

Penemuan ini menimbulkan harapan baru dalam pengembangan obat-obatan atau bahan antimikroba alami yang efektif dalam mengatasi infeksi bakteri.

Selain itu, potensi jengkol sebagai sumber antimikroba alami juga menyoroti pentingnya menjaga keanekaragaman hayati tumbuhan lokal, seperti jengkol, dalam upaya mencari solusi baru untuk tantangan kesehatan global.

Meskipun temuan ini menarik, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami secara menyeluruh mekanisme dan potensi pemanfaatan jengkol sebagai antimikroba dalam pengobatan dan industri makanan.

7. Cegah anemia

Para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa jengkol, makanan yang kontroversial karena baunya yang kuat, mengandung tingkat zat besi yang tinggi.

Zat besi ini merupakan mineral penting untuk produksi sel darah merah dalam tubuh.

Penemuan ini menunjukkan bahwa konsumsi jengkol secara teratur dapat membantu mencegah anemia, kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat.

Dengan demikian, jengkol mungkin menjadi pilihan yang menarik untuk dimasukkan dalam diet sebagai bagian dari strategi pencegahan anemia.

8. Bagus untuk pertumbuhan janin

Sebuah studi terbaru menyoroti kandungan nutrisi yang penting dalam jengkol, terutama asam folat, yang dapat memberikan dukungan vital bagi pertumbuhan janin selama kehamilan.

Asam folat adalah nutrisi penting yang dikenal dapat mencegah cacat tabung saraf pada bayi yang sedang berkembang.

Jengkol, yang sering dikonsumsi sebagai bagian dari diet tradisional di beberapa daerah, ternyata kaya akan asam folat.

Temuan ini menyoroti pentingnya memasukkan makanan sumber asam folat, seperti jengkol, dalam diet ibu hamil untuk mendukung kesehatan janin dan mencegah risiko cacat lahir.

9. Cegah penyakit jantung

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa serat dan senyawa dalam jengkol dapat memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan jantung.

Penelitian ini menyoroti bahwa konsumsi jengkol secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Serat yang terkandung dalam jengkol membantu dalam mengatur kadar kolesterol dalam darah, yang merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung.

Selain itu, senyawa-senyawa tertentu dalam jengkol, seperti flavonoid dan antioksidan, diyakini memiliki efek protektif terhadap sistem kardiovaskular dengan mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.

Temuan ini menambah bukti bahwa memasukkan jengkol ke dalam pola makan sehat dapat mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan.

Meskipun demikian, penting untuk tetap mengonsumsi jengkol dalam jumlah yang wajar dan seimbang, serta memperhatikan kondisi kesehatan individu dan anjuran dari tenaga medis profesional.

10. Cegah diabetes

Baru-baru ini, sebuah penelitian menarik telah mengungkapkan bahwa konsumsi jengkol dapat memberikan manfaat yang mengejutkan dalam mengontrol kadar gula darah.

Jengkol, yang dikenal sebagai makanan khas Indonesia, telah lama dianggap sebagai makanan kontroversial karena aromanya yang khas dan kemampuannya menyebabkan bau mulut.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa komponen-komponen dalam jengkol dapat membantu mengatur kadar gula darah, sehingga potensial untuk membantu dalam pencegahan diabetes.

Temuan ini memberikan pandangan baru tentang potensi manfaat kesehatan dari makanan tradisional ini dan mendorong penelitian lebih lanjut dalam menggali potensi kesehatan dari bahan-bahan alami seperti jengkol.

11. Tinggi asam folat

Asam folat, atau yang dikenal sebagai vitamin B9, telah dikenal sangat penting untuk perkembangan sel-sel tubuh dan fungsi sistem saraf.

Baru-baru ini, penelitian menyoroti peran pentingnya dalam makanan khas, seperti jengkol.

Jengkol, yang dikenal sebagai makanan khas Indonesia, kaya akan asam folat.

Asam folat, sebuah bentuk vitamin B, diperlukan untuk sintesis dan perbaikan DNA, serta untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel tubuh.

Kekurangan asam folat dapat menyebabkan masalah serius, termasuk cacat lahir pada bayi dan masalah kesehatan neurologis pada orang dewasa.

Dengan kandungan asam folat yang tinggi, jengkol dapat menjadi tambahan yang berharga dalam diet sehari-hari, terutama untuk individu yang membutuhkan asupan asam folat yang lebih tinggi, seperti wanita hamil atau yang merencanakan kehamilan.

Namun, perlu diingat bahwa konsumsi jengkol harus diimbangi dengan konsumsi air yang cukup karena kandungan glikosida yang bisa menyebabkan gas usus jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Dengan memahami manfaat asam folat dalam jengkol dan makanan lainnya, kita dapat memperkaya pola makan kita dengan nutrisi yang penting untuk kesehatan sel-sel tubuh dan fungsi sistem saraf.

12. Obati demam berdarah

Beberapa masyarakat meyakini bahwa jengkol memiliki sifat penyembuhan dan dapat membantu dalam pengobatan demam berdarah.

Hal ini disampaikan atas dasar pengalaman turun temurun dan cerita dari orang-orang di sekitar mereka.

Meskipun belum ada bukti ilmiah yang kuat yang mendukung klaim ini, keyakinan akan khasiat jengkol dalam pengobatan demam berdarah tetap berlangsung di beberapa komunitas.

Beberapa ahli kesehatan mengingatkan bahwa pengobatan demam berdarah harus didasarkan pada penanganan medis yang tepat, termasuk diagnosis yang akurat dan perawatan yang sesuai.

Baca juga: Jadwal Pencairan Bansos KLJ Tahap 2 2024 Telah Diumumkan, Siap-siap Lansia Dapat Rp 300 Ribu

Meskipun begitu, penting untuk memahami dan menghormati kepercayaan tradisional masyarakat terhadap obat-obatan alamiah seperti jengkol sambil tetap memperhatikan prinsip-prinsip ilmiah dalam pengobatan modern.

Klik di sini untuk mendapatkan referensi vitamin guna meningkatkan daya tahan tubuh.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *