,Lulusan UMY Angkatan 2000, Ini Abang Long,Tokoh Masyarakat Rempang Bikin Kapolres Terdiam

Jakarta – Tokoh masyarakat Rempang yang vokal membela warganya dalam konflik pembangunan Pulau Rempang menjadi kawasan industri perdagangan hingga wisata yang terintegrasi.

Inilah sosok Abang Long dikenal sebagai orator ulung yang pandai membakar semangat warga ketika berdemo menolak rencana pembangunan.

Dengan gagah berani, Abang Long memaparkan alasan mereka berunjuk rasa adalah untuk mempertahankan 16 Kampung Tua di Rempang dan Galang yang terancam hilang oleh pembangunan.

Namun, aksi ini berakhir rusuh. Sebanyak 43 orang, termasuk Iswandi atau Abang Long, ditangkap oleh aparat kepolisian.

Saat ditangkap ia menjadi satu-satunya yang menolak membuka bajunya di hadapan Kapolresta Barelang Kombes Pol. Nugroho hingga bikin terdiam.

Bahkan Kapolresta melarang orang yang mendesak meminta Abang Long untuk tidak melanjutkan.

Aksi berani Abang Long ini membuat banyak orang penasaran soal latar belakangnya.

Dikutip dari berbagai sumber, Iswandi alias Abang Long ternyata adalah alumni Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), angkatan 2000.

Penangkapan ini menarik perhatian dari Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY).

Dengan berbagai peristiwa yang terjadi, sosok Abang Long menjadi simbol dari dinamika kompleks aksi demonstrasi ini.

Ke depannya, perhatian publik masih tertuju pada nasib Abang Long dan bagaimana proses hukum yang akan dihadapinya.

Lalu bagaimana nasib Abang Long sekarang?

Kuasa Hukum Iswandi atau Abang Long kini masih belum bisa menjelaskan status hukum yang menjerat kliennya.

Dikutip dari Batamnews.co,id, Sandri Suwrdy, S,H mengungkapkan nasib Abang Long.

“Kami belum mendapatkan validasi mengenai status Bang Awie, apakah sudah menjadi tersangka atau belum,” katanya.

Dia mengungkapkan bahwa ia belum bisa menemui Iswandi secara langsung.

“Kami telah memegang kuasa dari keluarga sejak kemarin, tetapi kami masih menunggu untuk bisa bertemu langsung dengan Bang Iswandi,” ujar Sandri yang hadir bersama tim kuasa hukum lainnya, Dr. Emy Hajar Abra, seperti dilansir Sripoku.com di artikel berjudul Nasib Abang Long ‘Pahlawan’ Rempang yang Bikin Kapolres Terdiam, Kuasa Hukum Kesulitan Bertemu.

Sejauh ini tim kuasa hukum belum bisa memberitahukan mengenai kondisi dan keamanan Iswandi.

“Sebenarnya harus dipahami hal-hal terkait kondisi keadaan klien kami, diksi yang diberikan kepolisian sebagai atensi khusus.

Harusnya kuasa hukum dan penyidik bisa bersinergi keinginan kepolisian dan kuasa hukum terwadahi dengan baik dengan cara komunikasi yang cukup baik.

Kita juga pengen tahu kenapa dia dilabeli sebagai atensi khusus, sehingga tak mendapatkan haknya,” ujar Dr. Emy.

Keluarga UMY Jogja Utus Advocat

Aksi demonstrasi masyarakat Rempang-Galang Batam yang menolak 16 kampung adat direlokasi, Selasa (12/9), menjadi viral karena ada 43 orang yang dianggap provokator hingga ditangkap polisi.

Salah satu dari 43 orang yang ditangkap adalah Bang Long, sosok pria tinggi besar dengan rambut gondrong yang ikut ditangkap.

Lebih menarik lagi, Bang Long, demikian dia disapa itu menolak membuka baju.

Ia satu-satunya yang menolak membuka bajunya di hadapan Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho.

Bahkan, Kapolresta terdiam dan melarang orang yang mendesak meminta Abang Long untuk tidak melanjutkan.

Baca juga: Wanita Kaget Diminta Pindahkan Mobil, Ada Cewek Cemburu, Tak Boleh Parkir di Samping Mobil Pacarnya

Bang Long memang membuat penasaran, namun bagi warga Rempang dan Galang, sosok yang satu ini memang tidak asing.

Sebab, dia tokoh dari Pulau Setokok Rempang yang dikenal karena peduli dan membela warga di Pulau yang akan direlokasi karena pembangunan Eco City.

Seperti dilansir dari akun Tiktok Kriuuk.Id dan repi Melayu serta berbagai sumber dari Bang Long bernama lengkap Iswandi Bin Yakub.

Iswandi bin M Yakub alias Bang Long ternyata merupakan kader Muhammadiyah.

Ia tampil sebagai Pahlawan Rempang Galang, dalam suasana perjuangan masyarakat Rempang Galang dalam mempertahankan hak hidupnya banyak menuai simpatik.

Bang Long juga dikenal tokok Melayu dari Setokok Rempang, selain dikenal sebagai sosok orator ulung, dia pun dikenal sebagai kader Muhammadiyah dan kerap membantu warga Rempang, maka tak heran orasinya pun, mampu membakar semangat para demonstran.

Iswandi bin M Yakub alias Bang Long yang juga merupakan alumni Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), angkatan 2000 ini pun dikenal sangat berani dan tak pernah mundur memperjuangkan kebenaran.

Sehingga saat dirinya ditangkap, pihak Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) langsung bergerak cepat dengan mengutus sejumlah advokat untuk mendampingi Awie.

Mereka yang diutus adalah Advokat Sandri Suwrdy, S.H. (alumni fak. Hukum UMY 2000) dan Advokat Dr. Emy Hajar Abra (alumni fak. Hukum UMY 2005).

KAUMY mengambil kebijakan untuk mengadvokasi alumninya, agar hak-hak hukumnya dipenuhi, ujar Ketua Umum KAUMY, Yana Aditya.

Beberapa akun sosmed menyebutnya sebagai Panglima. Ia berani memperjuangkan kepentingan warga Rempang Galang. Bahkan Akun Repi Melayu Indragiri menyebut Bang Long sebagai

“PANGLIMA GAGAH BERANI.”Sehat Selalu Abangda Kami Iswandi M Yakop dan Saudare” Kami Yg Berjuang Hari ini. MEREKA TERSENYUM INDAH, TAK ADE RASE TAKUT, GENTAR SAAT BER ORASI DI MUKE UMUM UNTUK MENYAMPAIKAN KEINGINAN MASYARAKAT REMPANG DALAM MENOLAK RELOKASI.

“KARNA MEREKA BERJUANG IHKLAS UNTUK GENERASI PENERUS AGAR MASIH DAPAT MELIHAT & MENDIAMI TANAH TUE REMPANG YANG DIBUKA DAHULU ATAS PERJUANGAN NENEK MOYANG TERDAHULU. Perjuangan Belum Selesai Kedepan Akan Hadir Dari Segale Penjuru Untuk Melanjutkan Perjuangan Tanah Tue Rempang,Galang-Batam Dengan Penuh Santun & Damai,” ujarnya.

“Dia Pahlawan kami dari Rempang Galang,” jelasnya. (Sripoku)

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *