by

Lockdown, WNI Diimbau Lakukan Vaksinasi

Jakarta: Pemerintah Austria resmi memberlakukan “lockdown for the unvaccinated” atau penguncian terhadap warga yang belum divaksinasi, Senin (15/11/2021).

Keputusan diambil akibat persentase vaksinasi COVID-19 di negara Eropa Barat itu baru mencapai 63%.

Kanselir Austria Alexander Schanllenberg menyebut, Lockdown merupakan solusi untuk bisa keluar dari pandemi.

“Kita harus meningkatkan tingkat vaksinasi yang sangat rendah dengan tingkat vaksinasi ini tidak ada jalan keluar dari pandemi. Kita akan terjebak dalam lingkaran setan, kita akan beralih dari kuncian ke gelombang bolak-balik. Itu tidak bisa menjadi tujuan kita, itu tidak bisa menjadi apa yang kita inginkan,” ungkap Schanllenberg dalam pernyataan pers Minggu (14/11/2021) malam waktu setempat.

Di Austria dan Slovenia juga terdapat 1,380 Warga Negara Indonesia (WNI).

Menanggapi kebjakan pemerintah Austria, Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya Kedutaan Besar RI (KBRI) Wina Ricky Eka Virgana Ichsan menyebut, selain memberikan perkembangan harian pandemi melalui media sosial, pihaknya juga mengimbau agar WNI yang belum divaksinasi untuk melakukan vaksinasi sesuai imbauan pemerintah.

“Sebagaimana kita ketahui di Eropa maupun di Indonesia dan dibelahan dunia lain, ada segelintir masyarakat lainnya yang belum 100% comfortable dengan vaksin dan itu ada pilihan masing-masing. Tapi, imbauan kami seperti dengan imbauan pemerintah setempat maupun pemerintah Indonesia adalah untuk segera melakukan vaksinasi,” ujar Ricky yang juga merupakan Ketua Satuan Tugas COVID-19 KBRI Wina.

Tidak hanya itu, WNI juga diimbau untuk melakukan suntik booster vaksin.

“Jadi kalo booster vaksin itu ada masanya. Seperti J&J itu harus segera, seperti saya sudah booster J&J, vaksin saya menggunakan Pfizer. Bagi yang menggunakan Pfizer, Moderna dan AstraZeneca mereka harus menunggu enam bulan dari suntik terakhir baru bisa mendapatkan booster vaccine,” tegas Ricky lagi.

Dikatakan Ricky, mereka yang melanggar ketentuan selama lockdown akan dikenakan sanksi hingga 30.000 Euro.

“Ada sanksi bagi mereka yang tidak vaksin dan melanggar dikenakan denda hingga 500 Euro. Sedangkan, untuk perusahaan atau bisnis yang tidak menerapkan peraturannya akan dikenakan denda sebesar 30.000 Euro,” jelasnya.

Selama penerapan penguncian berlangsung, hanya warga yang telah divaksinasi dengan dosis kedua diperbolehkan keluar rumah untuk bekerja maupun melakukkan keperluan mendesak seperti berbelanja dan ke dokter.

Sejak awal pekan ini warga yang akan beraktivitas di tempat-tempat itu harus menunjukkan sertifikat vaksin yang terdapat diaplikasi GreenPass.

Selayaknya aplikasi PeduliLindungi, GreenPass juga memuat sertifikat vaksin hingga riwayat infeksi COVID-19.

Penolakan atas vaksinasi COVID-19 juga dilakukan warga di Ibu Kota Wina ketika diberlakukannya penguncian.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *