by

Limbah Medis Jakarta Di Jakarta Jadi Perhatian Besar

Jakarta: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mengelola limbah medis, salah satunya dengan membangun sistem pengelolaan limbah medis dari rumah tangga berbasis wilayah.

Hal tersebut langsung di katakan Kepala Dinas LH Provinsi DKI Jakarta Asep Kuswanto, melalui diskusi yang digelar Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan Indonesia (AJPLI), di Jakarta, Jumat (17/12/2021).

“Jadi, kami membangun beberapa TPS limbah B3 skala kecamatan. Bentuknya memang bukan tempat pengolahan, tapi lebih ke tempat penampungan limbah-limbah medis seperti masker, sarung tangan, dan sebagainya,” kata Asep seperti dikutip RRI.co.id.

Lebih jauh, menurut dia, masing-masing kecamatan memiliki satu tempat pengumpulan seluruh limbah medis yang bersumber dari rumah tangga di kecamatan tersebut.

Dari TPS limbah B3 skala kecamatan, limbah medis tersebut selanjutnya diangkut ke TPS limbah B3 skala kota menggunakan truk box.

Diskusi yang digelar Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan Indonesia (AJPLI), di Jakarta. (Ryan Suryadi/RRI)
“Lalu, limbah yang terkumpul di TPS skala kota, diangkut pihak ketiga jasa pengolah limbah B3 menuju lokasi pemusnahan atau insinerator untuk memusnahkan limbah medis Covid-19 yang bersumber dari rumah tangga,” ujar Asep.

Asep mengungkapkan, jumlah limbah medis Covid-19 yang terdapat di lima lokasi TPS limbah B3 skala kota mencapai mencapai 2.106,65 ton sepanjang 2021.

Dan jumlah itu meningkat sekitar 36 persen dibandingkan 2020 yang tercatat sebanyak 1.538,77 kg.

“Peningkatannya memang cukup signifikan di 2021. Selain membuat sistem pengelolaan limbah yang bersumber dari rumah tangga, Pemprov DKI juga mengelola limbah medis di tempat isolasi terkendali,” ungkap Asep.

Sementara itu, Anggota Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Lia G Partakusuma, menegaskan, limbah medis yang sedemikian banyak harus ada penyalurannya dan dikelola dengan baik.

Sebab, limbah medis dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

“Kan bisa saja limbah itu, misalnya masker bekas orang terpapar Covid-19, dibuang sembarangan dan didaur ulang oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Itu tentu berbahaya. Inilah kenapa pentingnya pengelolaan limbah medis,” kata Lia.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *