Laut China Selatan Panas Lagi, Bakamla RI dan TNI AL Gelar Patroli

0
(0)

Jakarta – Laut China Selatan memanas kembali. Badan Keamanan Laut (Bakamla) Indonesia menggelar patroli di sekitar wilayah Perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau untuk meredam gejolak dan situasi di Laut China Selatan.

Pada saat yang sama, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto diundang oleh Menhan Amerika Serikat (AS) untuk mempererat kerja sama kedua negara. Prabowo berkunjung ke Pentagon pada 16 Oktober 2020 atas undangan Menteri Mark Esper.

Mengenai situasi di Laut China Selatan, Kepala Bagian Humas dan Protokol Bakamla Kolonel Wisnu Pramandita mengatakan, patroli tersebut dilakukan untuk menunjukkan kehadiran Indonesia. Menurutnya, hal itu yang dilakukan Bakamla mengingat Indonesia tidak terlibat ketegangan antar-negara di wilayah ini karena garis batas wilayah Indonesia telah jelas.

Wisnu menambahkan Bakamla menyiagakan dua kapal di Perairan Natuna Utara dan satu pesawat pengamat maritim. “Rencana (patroli) dilakukan sampai akhir tahun, sesuai dengan ketersediaan anggarannya,” jelas Wisnu.

TNI AL dan Kementerian Kelautan dan Perikanan juga kata dia hadir di Natuna Utara. Sementara itu, TNI Angkatan Laut mengirimkan 4 kapal untuk melakukan patroli rutin.

Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I Letkol Laut (P) Fajar Tri Rohadi mengatakan 4 kapal tersebut yakni KRI Bung Tomo-357, KRI Slamet Riyadi-352, KRI Bontang-907, dan KRI Wiratno-379.

Meski demikian, Fajar menyebut berdasarkan pemantauan, hingga saat ini tidak ada kapal China ataupun Amerika Serikat di dekat wilayah Indonesia. “Sementara ini tidak ada,” kata Fajar kepada Anadolu Agency pada Kamis. (Aza/AA)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Anies Pastikan Pelajar Ikut Demo Tak Dikeluarkan

Fri Oct 16 , 2020
0 (0) Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan bahwa pelajar yang mengikuti aksi unjuk rasa penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja di Ibu Kota tidak akan dikeluarkan dari sekolah. Sebab, menurut Anies, para pelajar tersebut apabila melakukan tindakan yang keliru, harus diberikan didikan yang lebih banyak dan berbeda dari orang […]