Friday, June 18

Lanjutkan Pasokan Vaksin Meski Mendapat Gugatan dari Italia

Roma— Kepala Pfizer divisi Italia pada Kamis (28/1) mengatakan bahwa perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat (AS) tersebut akan tetap melanjutkan kontraknya dalam menyediakan vaksin virus corona untuk Italia. Sebelumnya, negara tersebut akan melanjutkan rencananya untuk menuntut pihak Pfizer akibat keterlambatan dalam pengiriman vaksin.

Dalam wawancaranya dengan surat kabar La Repubblica, CEO Pfizer Italia Srl. Paivi Kerkola menuturkan bahwa perusahaannya akan “tetap memasok vaksin seperti yang tertuang dalam perjanjian dengan Komisi Eropa.” Seorang pejabat Pfizer di Italia mengonfirmasi pernyataan Kerkola saat dihubungi oleh Xinhua.

Komisi Eropa menyepakati perjanjian pasokan dengan Pfizer dan produsen vaksin lainnya, dan vaksin-vaksin itu nantinya akan dialokasikan di antara negara-negara anggota Uni Eropa (UE). Sementara Pfizer beserta mitranya, BioNTech Jerman, telah mengakui adanya keterlambatan dalam pengiriman vaksin dalam dua pekan terakhir, Kerkola menyatakan pasokan akan kembali ke “tingkat normal” pekan ini.

Hari Senin (25/1), Italia mengajukan keluhan kepada EU karena Pfizer, BioNTech, dan AstraZeneca, produsen vaksin lainnya, gagal mengirim vaksin virus corona dengan cukup cepat. Pada Selasa (26/1), Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengancam akan menuntut perusahaan itu, tetapi sejauh ini belum ada pengajuan gugatan resmi.

Vaksin Pfizer-BioNTech merupakan vaksin pertama yang disetujui dan paling banyak digunakan di Italia. Vaksin buatan raksasa farmasi Moderna juga telah mengantongi otorisasi untuk digunakan di Italia, sementara produk alternatif AstraZeneca masih menunggu persetujuan.

Selain itu, sebanyak 236 kandidat vaksin masih dikembangkan di seluruh dunia, menurut informasi yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa. Sebanyak 63 di antaranya, yang berasal dari negara-negara seperti Inggris, China, Jerman, Rusia, dan AS, berada dalam fase uji klinis. (NE/xh/Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *