by

Lanjutan Sidang Kasus Raibnya Dana Deposito, Kuasa Hukum PT BTS Meminta Dihadirkan Direksi PT Bank BRI

HarianNasional.com, Jakarta – Lanjutan kasus PT Bidakara Taruma Sakt(PT BTS) mengajukan gugatan terhadap PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atas raibnya dana deposito senilai Rp 15 miliar PT BTS yang ditempatkan di BRI pada 2014 kini memasuki babak baru dipersidangan.

Hosting Unlimited Indonesia

Kini, kuasa hukum klien tengah berupaya meminta tanggung-jawab Bank BRI terkait raibnya dana deposito milik Bidakara Taruma Sakti.

Kuasa Hukum PT BTS Rudhi Mukhtar, S.H., M.Kn. mengatakan bahwa Hari ini sidang mediasi perkara no458/Pdt.G/2021/PN.Jkt.Pst, antara PT Bidakara Taruma Sakti (BTS) sebagai penggugat dengan PT Bank BRI sebagai tergugat.

Ia juga menyebutkan persidangan dihadiri oleh kuasa hukum PT Bidakara dan Kuasa Hukum PT Bank BRI dalam hal ini ligell officer nya.

“Dalam mediasi dan mediator menanyakan kehadiran prensifel dari kuasa hukum PT BTS menyatakan atau presifel pihak langsung oleh dalam perkara dan siap langsung dihadirkan, apabila PT Bank BRI juga siapkan juga dihadirkan presifel nya dalam hal ini adalah Direksi PT Bank BRI”, Ujar Rudhi Mukhtar, S.H., M.Kn. dari HWMA Law Firm selaku Kuasa Hukum PT BTS.

Ia menganggap , karena PT Bank BRI dari awal tidak bisa menghadirkan Direksi maka dalam mediasi hari ini adalah PT BTS belum menghadirkan PT Direksi BTS.

Bahkan dalam kesempatan mediasi tersebut kuasa Hukum PT BTS meminta dihadirkan Direksi PT Bank BRI karena ini menyangkut permasalahan penting permasalahan Perbankan.

“Kami tetap meminta agar peraturan pasal perundang-undangan sebagaimana dalam Pasal 37B Undang-Undang Perbankan, Pasal 13 Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 11/25/PBI/2009”, katnya.

Dan menurutnya, Pasal 29 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 1/POJK/07.2013, yang mana Bank wajib menjamin dana nasabahnya yang disimpan di Bank BRI bersangkutan dan wajib melaksanakan pengendalian intern serta wajib bertanggung jawab penuh atas segala risiko kegiatan usaha, risiko operasional Bank serta kerugian nasabah yang timbul akibat dari kelalaian Bank BRI dan di laksanakan dan hak klien kami dapat di penuhi.

Selanjutnya para pihak mediator sepakat mediasi ditunda 2 minggu hari selasa tanggal 28/9) dengan agenda mediasi dengan menghadirkan prensifel.

“Bahkan Hakim Mediator meminta PT Bank BRI dan PT BTS pada mediasi selanjutnya untuk menghadirkan prensifel nya, apabila para pihak tidak bisa menghadirkannya tanpa Prensifel maka mediator akan menyatakan tidak menghadirkan Prensifel untuk itikad tidak baik,”Ujar Rudhi saat ditemui awak media.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *