Kuota Terbatas, Ratusan Warga Sabang Memperebutkan Izin

0
(0)

Sabang : Ratusan warga Kota Sabang mengantri saat mengurus surat izin perjalanan dari Tim Gugus Tugas COVID-19, jelang pemberlakuan pelayaran kapal dilarang mengangkut penumpang, mulai Senin (11/05/2020).
Jumlah antrian tampak melebihi 3 kali lipat dari kuota izin angkut penumpang saat darurat COVID-19 yakni sebanyak 140 penumpang saja. itu pun harus melalui seleksi ketat petugas. Bahkan ada sejumlah warga telah 2 hari ini belum mendapatkan rekomendasi dari tim karena kehabisan formulir.

“Anak saya pulang dari sana (Banda Aceh) besok, karena hari minggu tidak bisa berangkat lagi, anak saya kan kuliah di sana, saya sudah daftar dan saya disuruh ke sini, tidak taunya sudah tidak bisa lagi katanya. Bisa lebih sistematis lah panitianya,” keluh Darnita salah satu pendaftar, Jumat (8/5/2020).

“Bisa dilihat jelas misalnya dari Banda Aceh mau pulang, ada pasien misalnya diprirotaskan jadi yang didaftar paling bawah bisa di coret misalnya, jadi yang disana pun jelas,” tandasnya.

Dipihak lain, Ketua Bidang Pusat data dan Pelaporan Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Sabang M Amin menyatakan, dalam sehari kapasitas orang disediakan hanya 140 tempat duduk, sedangkan mendaftar dalam dua hari ini 3 kali lipat.

“Karena kapal bisa angkut penumpang batas terakhir tanggal 11 Mei ini, maka kita tetap pada pedoman yang sudah ada 140. lebih dari itu tidak bisa kita layani, kecuali emergency, misalnya meninggalnya orang tua, itu bisa kita bantu kapasitasnya” ujarnya.

Dijelaskan, dalam perolehan izin pun penumpang sebelumnya harus mendaftarkan dulu dari Tim Gugus dan selanjutnya mengisi Formulir, kemudian akan dilakukan wawancara oleh anggota tim gugus Tugas COVID-19.

“Prioritas yang didahulukan adalah keperluan yang mendesak. kita harapkan masyarakat mau mengerti dan menahan diri, Karena bila kondisi kapal terlalu ramai, sistim jaga jarak juga tidak bisa kita laksanakan” tambah Amin.

Pantauan lokasi, calon penumpang yang akan ke Banda Aceh ini memiliki berbagai alasan diantaranya menjemput anak, melihat orang tua, serta mengantarkan keluarga yang sakit.

Seperti diketahui, per 11 Mei 2020 penyebarangan laut dengan Kapal Ferry tidakan akan lagi mengangkut penumpang orang dari dan ke Sabang sesuai Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Pemko Sabang No. 440/2678 tertanggal 5 Mei 2020.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pemotong Dana Bansos Warga Ditangkap Polisi

Sat May 9 , 2020
0 (0) Jakarta : Satuan Reserse kriminal Polres Metro Jakarta Utara menangkap pelaku kasus pemotongan dana bantuan sosial (bansos) dari pemerintah bagi warga yang terdampak pandemik Covid 19. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menyatakan, modus dilakukan pelaku adalah meminta kartu ATM para penerima dana bansos, kemudian […]