Kuliah Daring Akan Dikembangkan, Permen Jangan Ditabrak

0
(0)

Jakarta: Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia memaksa berbagai kegiatan khususnya perkuliahan dilakukan secara daring atau online. Namun kedepan, justru perkuliahan secara daring nyatanya akan dikembangkan dalam pendidikan di Indonesia.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Budi Djatmiko menyatakan, seharusnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghapus Pasal 53 dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 51 tahun 2018 tentang sistem pembelajaran daring.

“Saya sering mengatakan bahwa Perguruan Tinggi harus siap bahwa nantinya kampus berbasis tembok akan bergeser pada kampus berbasis awan atau cloud, tapi pemerintah lambat. Permen 51 harus dihapus dulu di situ syarat untuk menyelenggarakan PJJ dimana prodi harus akreditasi A dan di Indonesia hanya ada 7 perguruan tinggi yang memiliki izin,” kata Budi kepada RRI.co.id, Selasa (13/10/2020).

Tak hanya itu, menurut Budi, dosen dan mahasiswa pun tidak terbiasa menggunakan sistem daring, terlebih jika Peraturan Menteri tersebut tidak dulu dihapus.

“Tidak semua dosen siap untuk melakukan itu semua, saya sudah meriset kurang lebih 30 persen penyerapan ilmu pengetahuan yang ada dalam enam bulan terakhir, yang biasanya 80 sampai 90 persen terserap ilmu itu,” jelasnya.

“Karena mereka tidak terbiasa karena peraturannya tidak menumbuhkan kampus, dosen dan mahasiswa,” imbuhnya.

Sementara itu, Adinda Tania salah seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Bandung, Jawa Barat menilai, kuliah secara daring membuat kurang terjalin ikatan emosional antara dosen dan mahasiswa.

Selain itu, ungkap dia mahasiswa juga harus memiliki kemandirian yang tinggi agar dapat memaksimalkan proses belajar secara independen.

“Kuliah online lebih pusing dibandingkan tatap muka karena kan harus belajar sendiri tanpa bimbingan dosen. Meskipun ada enak dan tidak enaknya, tapi memang lebih efektif tatap muka karena bisa langsung berinteraksi dengan dosen dan tentu saja interaksi sosial sama teman-teman juga ada,” kata Adinda ketika dihubungi RRI.co.id, Selasa (13/10/2020).

Diketahui, Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat meresmikan Universitas Siber Asia yang merupakan perguruan tinggi dengan menerapkan sistem perkuliahan sepenuhnya secara daring beberapa waktu lalu. Dia menyebut bahwa perkuliahan daring dapat membawa dampak positif bagi pengembangan pendidikan di Indonesia.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Tidak Mau PSBB Ketat, Jangan Langgar Prokes

Tue Oct 13 , 2020
0 (0) Jakarta: Anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay mengimbau, agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, bila tidak mau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat kembali. “Kalau tidak mau rem blong ya patuhi potokol kesehatan dan tingkatkan,” kata Saleh, Selasa (13/10/2020). Politisi PAN ini meyakini, keputusan Anies merelaksasi […]