by

KSP Dorong Ruang Dialog Antarumat Beragama

Jakarta: Pemerintah mendorong dibukanya ruang dialog untuk meningkatkan toleransi antarumat beragama. Hal itu disampaikan Tnaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Rumadi Ahmad.

“Salah satu kata kuncinya memperbanyak perjumpaan, orang semakin paham dengan orang lain bisa menerima keberadaan orang lain kalau ruang-ruang perjumpaan dimana orang bisa berdialog semakin dibuka,” kata Rumadi dalam dialog Pro3 RRI, Senin (23/1/2023).

Dia pun mengapresiasi semakin membaiknya toleransi antarumat beragama di Indonesia. “Secara umum saya lihat dari waktu ke waktu semakin baik, toleransi diantara sesama warga negara Indonesia dengan berbagai macam latar belakang orang Tionghoa,” ujarnya.

Bahkan, menurutnya, masyarakat di Indonesia mulai terbuka dengan etnis Tionghoa. Terbukti dengan perayaan Imlek yang mulai ramai dalam beberapa tahun belakangan ini.

“Masyarakat semakin lihat perbedaan-perbedaan, tidak reaktif. Bahkan setelah keturunan Tionghoa diberikan kebebasan untuk merayakan upacara adat, kepercayaan dan keagamaan termasuk hari raya Imlek,” ujarnya.

“Saya kira orang semakin terbiasa tidak ada respons yang berlebihan. Misalnya minta pelarangan dan kita tidak mendengar itu sama sekali,” katanya, menambahkan.

Menurutnya, dengan perbedaan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah memperkuat sendi-sendi kebangsaan Indonesia. “Perbedaan itu yang bisa menguatkan sendi-sendi kebangsaan kita, jadi hari raya Imlek ini kalau kita rayakan sebagai momentum untuk memperkuat toleransi,” ujarnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *