by

Kru Rimbun Air PK-OTW Berhasil Dievakuasi

Jayapura: Setelah berjibaku dengan kondisi medan dan cuaca yang ekstrim, tim evakuasi gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas dan masyarakat akhirnya berhasil mencapai titik lokasi jatuhnya pesawat Rimbun Air, PK-OTW, yang berlokasi di kampung Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Hosting Unlimited Indonesia

Kapolres Intan Jaya AKBP. Sandy Sultan mengatakan, titik jatuhnya pesawat sudah diketahui sejak pukul 11.00 Wit, namun akibat kondisi geografis medan yang cukup sulit dijangkau, serta cuaca yang tidak bersahabat, tim baru bisa merapat ke titik tersebut sekitar pukul 16.20 Wit.

Menurut Kapolres Intan Jaya, Ketika ditemukan, tiga kru pesawat Rimbun Air yaitu Capt. H. Mirza (Pilot), Fajar (Co-Pilot) dan Iswahyudi (Engineering) sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Setelah tiba di titik jatuhnya pesawat, tim langsung melakukan pencarian terhadap tiga kru, dan ternyata ketiganya ditemukan sudah meninggal dunia, setelah itu tim langsung melakukan persiapan untuk mengevakuasi jenazah ke Sugapa,” ungkap AKBP. Sandy Sultan, Kamis (16/09/2021) dini hari.

Lanjut Sandy Sultan, karena lokasi jatuhnya pesawat berada di tengah hutan di ketinggian 2.400 Mdpl, maka proses evakuasi harus dilakukan secara manual, yaitu diangkat secara bergantian oleh tim evakuasi, hingga tiba ke Sugapa, dan disemayamkan sebelum di terbangkan ke kampung halaman mereka masing masing.

“Keseluruhan proses evakuasi jenazah tiga kru pesawat Rimbun Air selesai pada rabu makam, pukul 23.50 WIT, saat ini jenazah sudah di semayamkan di Sugapa dan direncanakan pagi ini akan diterbangkan ke Timika dan selanjutnya oleh pihak perusahaan akan diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar AKBP. Sandy Sultan.

“Untuk jenazah Pilot, Almarhum H. Mirza akan diserahkan ke pihak keluarga di Bogor, Jawa Barat, jenazah Co-Pilot, Almarhum Fajar, akan diserahkan ke pihak keluarga di Jati Makmur, Pondok Gede, Bekasi – Jawa Barat dan jenazah Engineering, Almarhum Iswahyudi akan diserahkan ke keluarga di Kota BalikPapan, Kalimantan Timur,” tambahnya.

Sementara itu, disinggung terkait dengan informasi yang beredar mengenai penyebab jatuhnya pesawat akibat tembakan KKB, AKBP. Sandy Sultan menegaskan bahwa hal itu adalah informasi hoax, hingga saat ini tim yang berwenang masih melakukan penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat tersebut, yang jelas kemungkinan terbesar adalah akibat faktor cuaca.

“Saya tegaskan, kecelakaan ini bukan akibat adanya gangguan dari KKB, tapi besar kemungkinan akibat faktor cuaca yang sangat buruk disertai hujan yang sangat lebat, jika ada yang katakan karena ditembak KKB, saya pastikan itu adalah hoax,” tegas Kapolres.

Di Kesempatan itu, Kapolres Intan Jaya, AKBP. Sandy Sultan, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam upaya pencarian dan proses evakuasi jenazah ketiga kru pesawat Rimbun Air.

“Terima kepada teman teman dari TNI, Polri, Basarnas, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, dan masyarakat yang sudah bekerjasama tanpa kenal lelah untuk mencari dan mengevakuasi jenazah kru Rimbun Air hingga tengah malam tadi, upaya evakuasi ini bisa berjalan lancar karena adanya kerjasama yang baik, dan saya harap kedepan, kerja sama ini bisa terus dijaga guna menciptakan kekompakan dalam menjalan tugas di lapangan,” tutup Kapolres Intan Jaya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *