by

KPK Segera Lakukan Penahanan Tersangka Kasus LNG Pertamina

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) di Pertamina. Saat ini, KPK tengah dalam proses upaya paksa dan akan segera menahan para tersangka dalam kasus ini.

KPK sudah koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menentukan nilai kerugian keuangan negara dalam kasus ini. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto berharap, upaya paksa berjalan di tahun 2022 ini.

“Koordinasi dengan BPK sudah intens, pada saatnya para tersangka akan upaya paksa (penahanan). Mudah-mudahan sebelum tahun ini berakhir,” kata Karyoto dalam keterangannya, Selasa (6/12/2022).

Dalam prosesnya, KPK telah mencegah empat orang yang diduga terlibat dalam perkara ini ke luar negeri. Surat pencegahan diterbitkan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kemenkum HAM.

Empat orang yang dicegah yakni eks Direktur Utama Pertamina, KA; mantan Plt Dirut Pertamina YA. Berikutnya mantan Direktur Gas dan Corporate Secretary Pertamina, HK; dan LNG Business Implementation and Monitoring DMA.

Sementara itu, KPK pun telah melakukan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Pertamina periode 2014-2017, DS. Selain itu, penyidik juga memeriksa Dewan Komisaris PT Pertamina periode 2010-2013 EHL.

KPK juga telah menggeledah kantor pusat PT Pertamina dan rumah kediaman para pihak yang terkait dengan perkara. Dari penggeledahan itu, KPK mengamankan barang bukti dokumen terkait dengan perkara.