by

KPK Jawab Kabar Wakil Ketua Mengundurkan Diri

Jakarta: KPK buka suara soal kabar mundurnya Wakil Ketua Lili Pintauli Siregar. Dia disebut mundur dari jabatan pimpinan lantaran kembali terjerat kasus dugaan pelanggaran etik.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri belum membenarkan kabar tersebut. Dikatakan Ali, Lili masih akan menjalankan tugasnya sebagai pimpinan KPK.

“Informasi yang kami peroleh sampai saat ini, Pimpinan KPK Lili Pintauli Siregar belum mengonfirmasi perihal tersebut, dan masih berkonsentrasi menjalankan tugasnya serta agenda-agenda penugasan lainnya untuk beberapa waktu ke depan,” kata Ali dalam keterangannya, Jumat (1/7/2022).

Ali menyatakan pihak lembaga antirasuah ini menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pengawas KPK, terkait dengan dugaan pelanggaran etik penerimaan gratifikasi MotoGP Mandalika Lili Pintauli yang akan naik ke persidangan etik.

“KPK tentu mendukung proses penegakan etik yang sedang berlangsung di Dewan Pengawas KPK sebagaimana tugas dan kewenangannya yang diatur dalam Pasal 37 B UU KPK,” Ali, menjelaskan.

Sebelumnya rumor kencang beredar Lili Pintauli Siregar sudah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan pimpinan KPK. Surat itu sudah disampaikan ke Ketua KPK Firli Bahuri.

Lili mengundurkan diri diduga karena kasus pelanggaran etik penerimaan gratifikasi MotoGP Mandalika. Hal itu membuat dirinya akan disidang Dewan Pengawas KPK.

Menanggapi hal tersebut Firli pun meresponsnya. Namun Firli mengaku tak tahu soal kabar pengunduran Lili.

“Wah, saya belum tahu,” kata Firli di Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta Selatan Kamis (30/6/2022).

Kasus dugaan pelanggaran etik penerimaan gratifikasi MotoGP Lili Pintauli Siregar naik ke persidangan. Sidang perdana rencananya bakal digelar pada 5 Juli 2022.

“Ya sidang etik bagi LPS dijadwalkan tanggal 5 Juli 2022,” ujar anggota Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris dalam keterangannya, Jumat (1/7/2022).

Sebelumnya, saat di periksa Dewas KPK, Lili dicecar banyak pertanyaan. Anggota Dewas KPK Albertina Ho tak merinci soal materi pemeriksaan terhadap Lili.

Namun, dia menyebut pihaknya mencecar banyak pertanyaan kepada mantan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) itu.

“Cukup banyak yang ditanyakan,” kata Albertina.

Dia tak menjawab rinci saat ditanya apakah Lili mengaku menerima tiket dan hotel menyaksikan gelaran MotoGP Mandalika.

“Untuk jelasnya konfirmasi saja kepada yang bersangkutan, tentu akan lebih jelas dan tepat,” kata Albertina. Lili diduga menerima gratifikasi dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Pertamina.

Berdasarkan informasi yang diterima, Lili mendapatkan tiket MotoGP Mandalika di Grandstand Premium Zona A-Red serta fasilitas penginapan di Amber Lombok Beach Resort selama kurang lebih satu minggu.

Dala kasus ini Dewas KPK pernah memeriksa Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati. Nicke diperiksa Dewas KPK di Gedung ACLC KPK, Rabu (27/4/2022).

Nicke yang diperiksa sekitar satu jam terkait dugaan pelanggaran etik penerimaan gratifikasi MotoGP Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar ini memilih bungkam usai pemeriksaan.

Nicke yang dikawal beberapa pegawai PT Pertamina memilih meninggalkan awak media tanpa membuka suara sedikit pun.