by

Kota Madiun Level-2, Walikota: PPKM Berdampak Positif

Madiun: Dalam pengumumannya pada Senin kemarin, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Panjaitan menyebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Madiun turun level dari 3 ke 2. Namun demikian, aktifitas masyarakat masih dibatasi hingga dua pekan kedepan.

Merespons hal itu, Walikota Madiun, Maidi mengakui, penerapan PPKM berdampak positif terhadap penurunan penyebaran covid-19. Terbukti, setiap harinya petugas menemukan tidak lebih dari 10 kasus aktif. Sedangkan tren kesembuhan justru lebih tinggi.

Dari enam indikator, hanya ada satu yang belum dapat dikendalikan. Yakni angka kematian yang masih terus terjadi. Padahal jika ingin turun ke level satu, seharusnya angka kematian dalam seminggu tidak boleh lebih dari dua kasus.

“PPKM saya rasa luar biasa dampak positifnya. Untuk kota ini harusnya sudah menuju ke level 1, tapi karena hari ini angka kematian kita 3, padahal seminggu nggak boleh lebih dari dua, maka kita masih berada di level 2,” ujarnya saat dikonfirmasi RRI, Senin (4/10/2021).

Maidi menyatakan, Pemkot berupaya maksimal untuk mengantisipasi bertambahnya angka kematian akibat covid-19. Salah satunya kegiatan tracing diintensifkan melalui program rapid tes antigen massal secara gratis. Utamanya bagi kontak erat dan lansia.

“Jangan sampai terlambat baru kita melangkah. Kalau belum terlambat kan mudah diobati, tidak sampai terjadi kematian,” katanya.

Dengan cara itu diyakini bisa mendeteksi lebih dini. Sehingga jika kedapatan ada warga yang hasil rapidnya positif, segara diberikan perawatan di fasilitas isolasi terpusat (isoter) rumah sakit lapangan (RSL) Wisma Haji setempat. Di lokasi itu, Maidi menjamin seluruh keperluan ditanggung pemkot. Mulai makan, vitamin, obat hingga fasilitas swab tes PCR.

“RSL sampai hari ini isinya hanya empat pasien dari total kapasitas 182 tempat tidur,” ucapnya.

Ia mengklaim rapid tes massal terus digalakkan di setiap kegiatan. Tujuannya untuk memastikan warganya sehat. Bahkan dirinya juga rutin melakukan cangkrukan maupun solat isya’ berjamaah keliling masjid secara bergantian. Ia menargetkan sampai akhir tahun ini ada 60.000 sasaran. Pun sampai saat ini sedikitnya telah menyasar sekitar 20.000 warga yang dirapid antigen. Hasilnya tidak lebih dari 30 orang dinyatakan positif.

“Kalau warga sehat kita dalam melakukan aktifitas juta tenang,” pungkasnya. (imr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *