Kondisi WNI Saat Kebakaran Hutan Meluas di Cile

Quilpue – Kebakaran hutan meluas di Cile, Amerika Selatan, sejak Jumat (2/2/2024). Duta Besar (Dubes) RI untuk Cile Muhammad Anshor mengonfirmasi, ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) tidak ada yang terdampak.

“Yang terpantau sampai saat ini, tidak ada WNI terdampak kebakaran hutan tahun ini,” kata Muhammad langsung dari Santiago, Cile kepada PRO3 RRI di Jakarta, Sabtu (3/2/2024) malam WIB. Dia juga telah menerangkan, kebakaran hutan terjadi setiap tahun di Cile.

Pusat Pemerintahan dan Pusat Bisnis Cile berada di Ibu Kota Santiago. Hingga sekarang, belum ada laporan kebakaran hutan terjadi di sana.

“Tapi, Parlemen Cile berada di (Region) Valparaiso,” kata Muhammad. Sedangkan 10 korban tewas akibat kebakaran hutan terjadi di Valparaiso.

Data tersebut, berdasarkan keterangan Direktur Kehutanan Nasional Cile Leonardo Moder dilansir dari laman Aljazeera, Sabtu. “Jadi, kebakaran hutan (terparah, red) terjadi di luar Ibu Kota (Santiago, red), yaitu di region (provinsi) terbesar kedua di Cile, Valparaiso,” ujar Muhammad.

Tapi, kata dia, walaupun kebakaran tidak terjadi di Ibu Kota Santiago, transportasi publik terputus. Tepatnya, dari Valparaiso menuju Santiago dan sebaliknya.

Muhammad mengatakan, jumlah WNI tidak terlalu banyak yang menetap di Cile. “Hanya sekitar 164, memang tersebar di Santiago, di wilayah utara di Iqueqe, dan selatan di Punta Arenas,” ujar dia.

“Sebagian besar (WNI) adalah sudah lama di sini, sebagian bisnis. Sebagian besar komunitas kita (WNI), juga ada misionaris Katolik yang praktis tersebar merata di seluruh Cile.”

Dia menegaskan, 164 WNI tidak terdampak kebakaran hutan, berdasarkan pantauan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Cile. “Ada tiga kota yang terkonsentrasi, yaitu di Santiago, Punta Arenas, dan Iqueqe,” ucap Muhammad.

“Namun, di Valparaiso dan Vina del Mar, yang terdaftar itu, ada empat WNI. Namun, sepanjang pemantauan kami juga, mereka baik baik saja, tidak ada yang harus dievakuasi.”

Meski demikian, menurut informasi didapatnya, pemadaman listrik akibat kebakaran hutan terjadi di dua kota. “Yaitu di Quilpue dan Villa Alemana, kota di region (provinsi) tempat terjadinya kebakaran hutan sangat besar untuk saat ini,” ujar Muhammad.

Selain itu, aktivitas perkantoran dan sekolah dikatannya juga masih berjalan seperti biasa di Santiago. “Ya, betul, bisa saya katakan begitu,” kata dia.

Namun, dia mengingat kebakaran hutan tahun 2023. Ibu Kota Santiago saat itu, langitnya turut terdampak kebakaran hutan, berasap tebal.

“Tapi, Alhamdulillah pagi hari ini cerah di Santiago. Langitnya biru, matahari penuh,” ujar Muhammad.

Presiden Cile Gabriel Boric telah mengumumkan darurat memerangi kebakaran hutan, sejak Sabtu (3/2/2024) WIB. Menurut Muhammad, kondisi darurat itu fokus pada Kota Quilpue dan Kota Villa Alemana.

“Dalam arti, pelayanan publik harus dikembalikan sepenuhnya dalam skema darurat,” katanya. Hingga Sabtu malam, jumlah korban tewas akibat kebakaran hutan terus bertambah di Cile.

Otoritas Cile melaporkan, sebanyak 19 jiwa meninggal dunia akibat terjebak kebakaran dan kebanyakan karena berada di dalam rumah. Berdasarkan laporan AP, total rumah terbakar saat ini adalah 1.100 unit.

Sebelumnya, jumlah korban tewas 10 jiwa. Pemerintah Cile juga telah mengatakan, kebakaran hutan telah meluas dan menuju pusat negara.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *