by

Kondisi Pre-diabetes Berisiko Menjadi Diabetes Melitus

Jakarta: Jika tidak dicegah secara dini, kondisi kadar gula darah yang meningkat pada tahap pre-diabetes, berisiko menjadi diabetes melitus (DM).

Hal ini berdampak menurunnya kualitas kesehatan dan produktivitas.

“Pada umumnya masyarakat belum mengetahui dengan jelas apa yang dimaksud dengan pre-diabetes, termasuk upaya pencegahan, karena itu dengan intervensi yang benar perlu dilanjutkan dan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha dalam Global Health Security and Covid-19 Task Force T20 Indonesia ‘Combating Pre-Diabetes to Avoid Future Significant Burden of T2DM’ Rabu (29/6/2022).

Menurutnya, mengendalikan pre-diabetes diperlukan strategi yang komprehensif terutama mengubah perilaku, mengendalikan faktor risiko, dan melibatkan berbagai stakeholder terkait.

“Pre-diabetes sangat mungkin dicegah dengan mengandalkan perilaku hidup sehat dengan rajin bergerak atau fisik, mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih serta tidak merokok,” ujarnya.

Pencegahan DM di Indonesia saat ini mengenai akselerasi dini faktor risiko, penguatan intervensi perilaku berisiko penyakit tidak menular, penemuan dini pre-diabetes atau potensi diabetes, penguatan penatalaksanaan diabetes sesuai standar, dan peningkatan pemantauan keberhasilan pencegahan diabetes.