Friday, May 7

Komunitas Odar Minta Kepolisian Persuasif Tangani Pengemudi yang Masih Bergerombol

Jakarta – Komunitas pengemudi ojek daring (odar) roda dua merespons tindakan kepolisian yang membubarkan kerumunan pengemudi odar saat menunggu penumpang. Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia meminta kepolisian mengedepankan tindakan persuasif.

“Dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kepolisian sebagai penegak hukum sebaiknya melakukan imbauan persuasif kepada rekan-rekan odar yang sedang berkumpul,” ujar Ketua Presidium Garda Indonesia, Igun Wicaksono kepada Indonesiainside.id, Rabu (8/4).

Kepada para mitra odar, Igun mengingatkan agar tidak ada kerumunan yang lebih dari lima orang dan mematuhi protokol pengendalian penyebaran wabah corona (Covid-10). Selain mengenakan masker, menjaga jarak fisik juga wajib saat bertugas dan berinteraksi kepada sesama pengemudi saat menunggu penumpang.

“Rekan-rekan ojol berkumpul biasanya untuk menunggu order, karena semakin sulitnya ojol mendapatkan order saat ini,” imbuh Igun.

Kerumunan pengendara ojek daring atau odar di sejumlah pangkalan di Jakarta Timur terpaksa dibubarkan polisi. Kebijakan ini sesuai dengan imbauan untuk melakukan physical distancing di masyarakat.

“Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polrestro Jaktim melaksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada ojol agar mewaspadai wabah Covid-19,” Kata Kasat Lantas Polrestro Jaktim AKBP Suhli di Jakarta, Rabu(8/4).

Kegiatan Operasi Keselamatan Jaya 2020 itu digelar di sekitar Jembatan Klender, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur dengan melibatkan puluhan personel. Petugas mendatangi sejumlah kerumunan pengendara ojek dan memberikan teguran serta imbauan terkait bahaya corona. (SD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *