Komunikasi Nadiem Buruk, DPR: Banyak Kegelisahan dari Orang Tua Murid, Guru, Dosen, Mahasiswa hingga PTS

0
(0)

Jakarta – Ketua Komisi Pendidikan DPR, Syaiful Huda, meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, memperbaiki pola komunikasi dalam menyosialisasikan kebijakan sektor pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Nadiem Makarim seharusnya aktif tampil ke depan publik menyampaikan secara langsung kebijakan Kemendikbud kepada masyarakat.

“Banyak kegelisahan dari peserta didik, orang tua murid, guru, dosen, hingga pengelola perguruan tinggi swasta karena dampak Covid-19. Seharusnya kegelisahan ini dijawab secara langsung oleh mas menteri karena saya yakin sudah banyak kebijakan yang dihasilkan jajaran Kemendikbud dalam menyikapi berbagai isu pendidikan selama Covid-19,” ucap Syaiful dalam dialog daring di Jakarta, Selasa (9/6).

Syaiful kemudian menyoroti kebijakan Nadiem terkait uang kuliah tunggal (UKT). Menurut dia, kebijakan penundaan, pemotongan, maupun sistem angsuran yang diberikan kepada mahasiswa dalam membayar UKT harus dikawal secara khusus. Ia tak ingin kebijakan itu hanya indah dalam narasi dan di atas keras, namun memble di tingkat pelaksanaan.

“Saya usulkan dibentuk taskforce yang mengawal kebijakan UKT hingga tingkat kampus karena Kemendikbud menyerahkan sepenuhnya kebijakan UKT tersebut kepada masing-massing Perguruan Tinggi,” ucap dia.

Dalam acara yang sama, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Agus Mulyomo Herlambang, menilai Nadiem Makarim, gagal menangani pengelolaan pendidikan di tengah wabah Covid-19. Ia menyebut masih sebatas menyampaikan narasi pemanis saat berbicara masalah pendidikan selama menjadi menteri. Namun, realisasi dari ucapan-ucapan Nadiem belum terwujud.

“Kami mempunyai harapan luar biasa kepada Nadiem Makarim untuk menata sistem pendidikan di Indonesia. Dia sudah banyak bicara terkait penataan sistem pendidikan di berbagai tempat. Namun saat Covid-19 mas menteri terkesan gagap saat menghadapi tuntutan untuk menata sistem pendidikan di saat wabah Covid-19,” ucap Agus. (Aza)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Prediksi PB IDI: Covid-19 Reda Akhir 2021, Vaksin Baru Bisa Ditemukan 18 Bulan ke Depan

Wed Jun 10 , 2020
0 (0) Jakarta – Akhir dari wabah Covid-19 belum dapat dipastikan. Karena itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mendorong masyarakat tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. Menurut Ketua PB IDI, Daeng Faqih, vaksin untuk Covid-19 paling cepat ditemukan 18 bulan ke depan. Dengan begitu, wabah Covid-19 paling cepat […]