Kini SIM C Dibagi Tiga, Berikut Penjelasannya

0
(0)

Jakarta: Akhir-akhir ini tersebar wacana Surat Izin Mengemudi (SIM) C dibagi 3 golongan, ternyata wacana tersebut belum berlaku tahun ini.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri masih terus menggodoknya dan belum tahu kapan akan diterapkan. Perlu dipahami terlebih dahulu bila polisi mengamanatkan pengendara wajib memiliki SIM melalui Undang-Undang (UU) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009 pada Pasal 77 ayat 1. Kepala Sub Direktorat SIM Ditregident Korlantas Polri Komisaris Besar Jati mengatakan klasifikasi SIM C belum dilakukan karena masih menunggu regulasi tambahan yang saat ini masih dibahas.

“Sementara belum karena kita masih mempersiapkan regulasi tambahan ke dalam perpol,” ujar Jati dikutip dalam keterangan pada Jumat (20/11/2020).

Untuk diketahui, SIM sebagai legalitas seseorang mengendarai motor yang perlu dibawa setiap saat mengendarai motor, SIM C ini akan memiliki tiga golongan. Hal tersebut berdasarkan landasan hukum yang terbit pasca tiga tahun UU 22 diundangkan.

Penggolongan SIM C tertulis pada Peraturan Kepala Kepolisian Nomor 9 tahun 2012, Pasal 7 huruf d. Maksud dari penggolongan tersebut yakni SIM C terbagi menjadi tiga golongan tergantung dari kapasitas mesin motor.

Uraiannya pertama yakni SIM C untuk pengemudi motor dengan kisaran mesin paling tinggi 250 cc, SIM C 1 untuk pengemudi motor dengan kapasitas mesin antara 250 cc sampai 750 cc, dan SIM C 2 untuk pengemudi dengan kapasitas mesin di atas 750 cc.

Aturan lain mengenai penggolongan SIM itu yakni Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Tertulis di sana tarif pembuatan SIM sepeda motor, yaitu SIM C (Rp100 ribu), SIM C1 (Rp100 ribu) dan SIM C2 (Rp100 ribu). Namun yang berlaku saat ini pemegang SIM C dibebaskan mengendarai sepeda motor berapapun kapasitas mesinnya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Gubernur Ridwan Kamil Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

Fri Nov 20 , 2020
0 (0) Jakarta: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sekitar pukul 09.45 WIB tadi datang ke Mabes Polri untuk mememenuhi panggilan Bareskrim Polri. Ridwan dipanggil untuk dimintai klarifikasi dan keterangannya terkait kasus kerumunan massa pada acara Maulid Nabi yang melibatkan Rizieq Sihab, di Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat, Jumat, (13/11/2020) lalu. […]