by

Ketum PBSI Beri Suntikan Semangat dari Jakarta

Jakarta: Jelang skuat Merah-Putih turun berlaga pertama pada perebutan Piala Thomas dan Uber 2020 di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, 9-17 Oktober 2021, dukungan dan tambahan semangat terus mengalir. Kali ini datang dari Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna.

Melalui pertemuan secara daring, Jumat (8/10) malam WIB atau sore waktu setempat, Agung dan Ketua Harian Alex Tirta membagikan motivasi dan semangat baru kepada para pemain dan pelatih yang menginap di Hotel Scandic, Aarhus.

“Bertandinglah dengan penuh semangat. Sebab, semangat itu sangat penting dalam pertandingan. Teknik dan stamina itu memang sulit disimulasikan dalam waktu pendek. Tetapi berbekal semangat, semua kekurangan teknik dan stamina itu bisa ditutupi di tengah lapangan,” pesan Agung.

Dituturkannya, penyelenggaraan kejuaraan bulutangkis di negara maju seperti di Denmark, tentu memiliki standar tinggi dalam penanganan pandemi.

“Hal ini akan menjamin teman-teman bermain lebih baik. Pemain bisa lebih nyaman dan tenang karena tanpa kekhawatiran akan resiko terkena Covid-19,” tuturnya.

Disampaikan oleh Agung, kejuaraan Piala Thomas dan Uber ini nuansanya memang berbeda dengan saat Olimpiade Tokyo lalu. Tetapi seiring dengan penanganan pandemi yang makin baik dan jumlah penderita harian yang makin mengecil di Tanah Air, masyarakat Indonesia tentu mempunyai harapan yang lebih baik.

“Dan salah satu harapan saya dan juga masyarakat Indonesia adalah bagaimana tim ini bisa merebut Piala Thomas dan Uber. Saya harapkan pemain bisa menampilkan peemainan terbaik demi mengembalikan supremasi bulutangkis kembali ke Tanah Air,” kata Agung.

Dalam kesempatan tersebut, Agung terus meminta pelatih dan tim pendukung untuk bisa men-courage potensi-potensi bagus yang dimiliki pemain agar bisa kembali menunjukkan penampilan terbaik dan bisa mempersembahkan yang terbaik pula.

Menyangkut kegagalan skuat Merah-Putih pada perebutan Piala Sudirman XVII di Finlandia lalu, Agung menyebut sudah mendapat laporan. Termasuk kenapa Indonesia tidak berprestasi seperti yang diharapkan.

Meskipun demikian, dikatakannya, evaluasi tetap diperlukan, entah dalam konteknya terhadap pemain dan pelatih.

“Saya sudah memantau hasil tim Indonesia pada perebutan Piala Sudirman lalu di Finladia. Saya percaya saat itu para pemain telah mengeluarkan kemampuan terbaik,. Meski begitu tetap perlu ada evaluasi,” tuturnya.

Dituturkan Agung, untuk diketahui di Finlandia itu ada anomali alam yang dikenal dengan midnight sun. Yaitu sinar matahari yang sangat terik dan terjadi di malam hari.

“Saya tidak tahu apakah anomali alam di Finlandia tersebut menjadi sebuah simbol bagi pemain-pemain bulutangkis Indonesia. Banyak potensi terbaik, namun karena satu dan lain hal, pemain-pemain terbaik yang kita miliki malah tidak bisa mengeluarkan potensi-potensi terbaik,” sebut Agung.

Sebagai penutup, Agung mengharapkan para pemain bertanding penuh semangat.

“Bertarunglah bukan untuk diri sendiri. Tetapi bertarunglah untuk kami semua yang ada di Tanah Air. Karena, satu-satunya harapan itu datangnya dari cabang bulutangkis,” tutup Agung.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *