Thursday, June 24

Buzzer Hukumnya Sama Seperti Memakan Bangkai Saudaranya

Jakarta – Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis memperingatkan para buzzer di media sosial yang menebar informasi menyesatkan atau hoaks, ghibah, fitnah, namimah atau adu domba, dan keburukan lainnya, itu diharamkan. Buzzer yang selalu bikin resah semacam ini, termasuk keberadaan buzzer bayaran atau buzzerrp sama halnya seperti memakan bangkai bangkai saudaranya.

“Hukumnya sama dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati,” kata Kiai Cholil di Twitternya, dikutip Jumat(12/2).

Keberadaan buzzer bayaran atau buzzerrp yang semakin marak di masa kepemimpinan Presiden Jokowi terbukti menimbulkan keresahan. Keberadaan buzzer tersebut juga memecah belah keutuhan bangsa dan melahirkan sikap radikalisme.

KH Cholil Nafis mengatakan, MUI sudah mengeluarkan Fatwa Nomor 24/2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial. Tetapi buzzer makin merajalela.

“Fatwa itu untuk menjawab keresahan masyarakat yang meminta kepastian, sekaligus ini bagian dari menjaga umat agar tetap lurus, tak tersesat, agar tidak seenaknya melakukan ghibah (menggunjing),” katanya.

MUI mengeluarkan fatwa tersebut juga untuk menjaga negara. Agar NKRI tetap utuh dan masyarakat bisa bijak bermedia sosial. Ada sisi positif dan negatif medsos, seperti munculnya paham liberalisme, radikalisme ekstrem kiri dan kanan yang menyebarkan pahamnya melalui medsos.

“Juga kita menjaga agama, bagaimana agama itu menjiwai kenegaraan kita, pemerintahan kita, dan kebangsaan kita, sekaligus untuk menjaga umat,” tuturnya.

Menurut Kiai Cholil Nafis, aktivitas buzzer kalau untuk menyampaikan hal-hal yang baik, misalnya promosi produk dan informasi baik lainnya maka tidak menjadi persoalan. Tetapi jika yang disampaikan itu fitnah, ghibah dan lain-lain, apalagi untuk membunuh karakter orang, hal itu diharamkan.

“Orang kalau mengkritik bukan substansi kritiknya yang dikejar, tapi karakter orangnya yang dibunuh,” katanya.(EP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *