by

Kesehatan Lukas Enembe, KPK Minta IDI Periksa

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memeriksa kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe. Hal ini diungkapakan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyoal informasi bahwa Lukas Enembe masih sakit.

Itu penting bagi penyidik guna memastikan Enembe benar-benar sakit dan tidak bisa menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. ”Harus ada second opinion. Kami sudah memerintahkan agar berkoordinasi dengan IDI untuk memeriksa Pak Lukas,” ujar dia.

Sejauh ini, lanjut Alex, KPK baru mendapat informasi Enembe sakit dari dokter pribadi yang bersangkutan. Sementara itu, instansinya belum bisa memeriksa secara langsung.

”Apakah sakitnya itu sedemikian parah sehingga harus berobat ke luar negeri. Nggak ada dokter di Indonesia yang mampu mengobati,” ungkapnya.

Alex menjamin Enembe akan diizinkan berobat ke luar negeri bila dokter menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak bisa ditangani di Indonesia. ”Pasti akan kami fasilitasi. Dengan pengawalan tentu saja,” imbuhnya.

Menurut dia, informasi tersebut telah disampaikan KPK kepada penasihat hukum Enembe.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyampaikan bahwa perwakilan tim medis dari lembaga antirasuah tersebut tidak mendapatkan data dan informasi lengkap dari dokter pribadi Enembe.

”Ketika (tim medis KPK) bertanya kepada tim medisnya (Enembe), ternyata juga tidak bisa menjawab dengan apa yang dibutuhkan,” sesal Ali.

Dia berharap penasihat hukum yang bersangkutan menjadi perantara yang baik. Bukan malah sebaliknya.

Yakni, menyampaikan pernyataan yang tidak didukung fakta.

”Sehingga bisa masuk kriteria menghambat atau merintangi penyidikan yang tengah KPK lakukan,” terang Ali.

Dia mengingatkan, KPK tidak segan menerapkan Pasal 221 KUHP atau Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 kepada para pihak yang diduga menghalang-halangi proses hukum atau obstruction of justice.(tr)