by

Kerusakan Hutan Penyebab Bencana Alam di Dompu

Dompu: Komunitas Peduli Lingkungan (Kopling) Kabupaten Dompu, mencatat, tingkat kerusakan hutan di kabupaten Dompu, mencapai 50 persen lebih dari luasan kawasan hutan yang di mikiki daerah berjuluk “Nggahi Rawi Pahu” ini.

Presidium Kompling, Ardiansyah mengatakan, penyebab kerusakan hutan ini, dipicu akibat tidak terkontrolnya perluasan lahan komoditi jagung, 10 tahun terakhir.

“Yang ada saat ini kita terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait dampak buruk akibat kerusakan alam ini,” katanya, Kamis (18/11/2021).

Perlu ada edukasi mendalam bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi bencana tinggi, untuk Aware terhadap bencana. Potensi kerusakan hutan ini, akan semakin terbuka lebar. Naiknya harga jagung pada awal tahun 2021, membuat petani, semakin liar membabat hutan perluasan tanaman jagung.

Pemerintah, saran dia, harus benar-benar tegas dan memberi tindakan tegas, jika ada petani yang masih nekat melakukan penanaman jagung di kawasan-kawasan hutan.

“Kami juga sedang menunggu janji Gubernur yang saat itu menyatakan akan menindak pembeli jagung dari petani jagung yang berasal dari perusakan hutan,” tambahnya.

Sebab, di awal tahun 2021, saat meninjau korban banjir Dompu, Gubernur berstatemen akan memberi sanksi tegas bagi pengusaha jagung yang membeli jagung dari hasil pembalakan liar. Namun, nyatanya janji itu, hingga kini belum di realisasikan oleh Gubernur NTB. (imr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *