Keresahan Pelaku Pasar, Rupiah Berbalik Melemah

Jakarta: Peluang rupiah menguat dalam penutupan perdagangan sore ini pupus, karena rupiah ditutup melemah 115 poin atau 0,75 persen. Posisi rupiah menukik tajam dari Rp15.395 pada Rabu kemarin, menjadi Rp15.510 per dolar AS sore ini.

Kemarin rupiah menguat karena ekspektasi pasar yang kuat bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga. Tapi hari ini ekspektasi pasar berubah, karena menunggu pidato Ketua The Fed Jerome Powell hari Jumat besok.

“Pelaku pasar resah menunggu pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell sebelum periode blackout, dua minggu menjelang pertemuan Desember. Bank sentral diperkirakan mempertahankan suku bunganya pada pertemuan terakhir tahun ini,” kata Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, Kamis (30/11/2023).

Selain itu, pasar juga sedang menunggu data pembacaan kedua Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal III-2023. Data lainnya yang mempengaruhi sentimen pasar adalah data Purchasing Managers’ Index (PMI) yang juga akan dirilis Jumat besok.

“Sementara rilis data PMI Tiongkok menunjukkan penurunan berkelanjutan dalam aktivitas manufaktur, akibat memburuknya permintaan luar negeri. Kondisi ini mengindikasikan pelemahan perekonomian Tiongkok, karena pemulihann pasca-COVID gagal terwujud,” ucap Ibrahim.

Baca Juga:

​Rupiah Berpeluang Menguat Ditopang Kebijakan Suku Bunga AS​

Di dalam negeri, pelaku pasar menangkap keresahan Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di acara Pertemuan Tahun Bank Indonesia Rabu kemarin. Presiden mengatakan, situasi perekonomian dan geopolitik global yang tengah tidak stabil.

“Jokowi juga blak-blakan mengutarakan ketidakjelasan kondisi ekonomi dan geopolitik ini membuatnya ingin terus mengikuti perkembangan situasi. Presiden juga meminta semua pihak untuk bersama-sama mengantisipasi dampak dari perang,” ujar Ibrahim.

Sementara itu, pergerakan indeks saham dalam perdagangan hari ini berakhir di zona hijau. IHSG menguat 44,65 poin atau 0,63 persen di posisi 7.080,74, dan mencapai level tertinggi di 7.109,60.

Data RTI Business menunjukkan, jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 32,35 miliar lembar. Capaian total nilai transaksinya sebesar Rp25,22 triliun.

Sebanyak 238 saham menguat, 304 saham melemah dan 216 saham stagnan. Lima saham yang paling aktif diperdagangkan, dari data BEI adalah saham berkode BBCA, INCO, AMMN, GOTO, BMRI.

Selanjutnya Silakan Baca Berita Kami Di GoogleNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *