by

Kenali Perbedaan Warna Kulit Akibat Pigmen

Jakarta: Kebanyakkan orang selalu memperhatikan kondisi kulitnya baik di yangan, wajah maupun tubuhnya.

Namun, perlu diketahui jika warna kulit manusia sangatlah beragam. Perbedaan ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan kondisi lingkungan yang memengaruhi pigmen atau jumlah melanin dalam tubuh.

Jika jumlah melanin dalam tubuh terlalu banyak, warna kulit akan semakin gelap. Sebaliknya, jika tubuh memiliki sedikit melanin, warna kulit akan terlihat lebih pucat. Tak hanya warna kulit, melanin juga berperan dalam memberi warna gelap pada rambut dan mata.

Kelainan pigmentasi terdiri dari berbagai jenis. Ada yang hanya memengaruhi sebagian kecil area kulit, tetapi ada juga gangguan pigmentasi yang menyerang seluruh tubuh.

Berikut ini adalah beberapa kelainan pigmen yang umum terjadi pada kulit yang telah dirangkum melalui Alodokter, diantaranya:

1. Melasma

Melasma ditandai dengan munculnya bercak hitam di bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, seperti kulit wajah, leher, dan tangan. Kondisi ini diketahui lebih umum terjadi pada wanita, meski bukannya tidak mungkin pria juga mengalaminya.

Jika terjadi pada wanita hamil, melasma disebut juga chloasma. Kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya setelah masa kehamilan selesai atau bisa juga diobati dengan krim kulit.

Apabila menderita melasma, anda disarankan untuk tidak terlalu sering atau terlalu lama terpapar sinar matahari.

2. Vitiligo

Vitiligo merupakan salah satu penyakit autoimun yang menyerang sel penghasil pigmen. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya melanin di area kulit tertentu, seperti lengan, wajah, dan bagian lipatan tubuh.

Vitiligo biasanya ditandai dengan munculnya bercak putih pada kulit. Selain itu, kondisi kelainan pigmen ini juga disertai dengan munculnya uban di rambut, bulu mata, alis, atau jenggot sebelum usia 35 tahun.

3. Albinisme

Albinisme merupakan kelainan genetik yang menyebabkan tidak berfungsinya sel melanosit. Adanya kelainan genetik tersebut membuat kulit, rambut, atau mata pada penderita albinisme menjadi tidak berwarna karena tidak memiliki melanin.

Tidak jarang kondisi ini juga menimbulkan masalah pada penglihatan.

4. Hiperpigmentasi pascainflamasi

Kondisi ini ditandai dengan berubahnya warna kulit menjadi lebih gelap atau lebih terang setelah mengalami peradangan atau iritasi.

Hiperpigmentasi pascainflamasi dapat dipicu oleh infeksi kulit, luka bakar, atau paparan zat iritatif yang merusak kulit. Meski demikian, kondisi ini biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan.

Selain mengganggu tampilan kulit, kelainan pigmen tertentu dapat bersifat serius dan membutuhkan penanganan langsung oleh dokter.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *