Kemensos Batasi Jumlah ASN Masuk Kantor, Maksimal 60 Persen

0
(0)

Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) RI mulai membatasi jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja langsung di kantor maksimal 60 persen selama transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan menyusul kebijakan normal baru.

“Maksimal 60 persen dan tidak boleh lebih. Kemarin berdasarkan absensi minggu ini sekitar 52, 53 hingga 55 persen ASN masuk kantor,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos Hartono Laras saat dihubungi di Jakarta, Kamis (11/6).

Secara akumulatif jumlah ASN di Kemensos tercatat hampir empat ribu yang tersebar di berbagai wilayah Tanah Air. Khusus di pusat terdapat sekitar 1.800 ASN.

“Intinya di dalam ruangan itu kita membatasi maksimal 60 persen termasuk mengatur jarak fisik,” ujarnya.

Dia mengatakan, secara teknis ASN yang masuk kantor tersebut merupakan eselon I dan II dengan catatan kondisi kesehatan yang baik. Sementara itu untuk eselon III, eselon IV dan pimpinan satuan kerja (satker) misalnya kepala balai, kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) dapat bekerja dari rumah.

Untuk eselon III yang bukan kepala UPT juga dapat bekerja dari rumah karena sifatnya fleksibel berdasarkan waktu dan tempat. “Jadi dia boleh bekerja di rumah tapi bisa juga bekerja di kantor yang kita sediakan tempatnya,” ungkapnya.

Terkait ASN yang berusia di atas 50 tahun Kemensos mengimbau agar tetap bekerja dari rumah guna menghindari kemungkinan terpapar virus corona jenis baru atau Covid-19. Selain itu, staf yang berdomisili jauh dari kantor serta harus menggunakan transportasi umum sebaiknya bekerja dari rumah terutama pekerjaannya yang tidak berkaitan langsung dengan layanan publik. (ASF/ANT)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Waspada, 12 Pedagang Positif Covid-19 di Pasar Rawasari

Thu Jun 11 , 2020
0 (0) Jakarta – Sebanyak 12 pedagang di Pasar Rawasari atau biasa dikenal sebagai Pasar Rawa Kerbau, Jakarta Pusat, positif terpapar COVID-19 berdasarkan tes usap sehingga total pedagang yang positif virus corona ​​​di pasar itu menjadi 14 orang. “Jadi benar ada 14 sekarang pedagang di Pasar Rawasari (Pasar Rawa Kerbau) […]