by

Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi

Jakarta: Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih sangat tinggi.

Muhadjir mengungkapkan, 200 dari 100 ribu ibu yang melahirkan meninggal dunia.

“Sekarang datanya masih sangat tinggi, termasuk di Indonesia. Di Indonesia ini, sekitar 200, masih sekitar 200, jadi 200 orang per 100 ribu ibu, ibu melahirkan, meninggal di Indonesia ini,” kata Muhadjir kepada wartawan, Senin (25/7/2022).

Padahal, kata Muhadjir, angka kematian ibu dan bayi menjadi salah satu indikator mengukur perkembangan kemajuan pembangunan sumber daya manusia sebuah negara.

Ia menyebut, secara internasional rasio kematian ibu saat melahirkan pada tahun 2030, ditargetkan hanya 70 per 100 ribu ibu.

“Secara internasional itu SDGs menetapkan bahwa tahun 2030 itu targetnya kematian ibu itu adalah 70 dibanding 100 ribu. Jadi kalau ada 100 ribu ibu melahirkan, itu 70, diusahakan di bawah 70 yang meninggal,” ujarnya.

“Target kita nanti 183 sampai tahun 2024 itu baru 183, untuk menekan bagaimana supaya angka kematian ibu ini bisa ditekan sebanyak mungkin,” ucapnya.

Oleh karena itu, Muhadjir menegaskan, perlindungan terhadap ibu mutlak dilakukan.

Muhadjir juga mengungkapkan, angka kematian anak yang baru lahir lebih tinggi (dari angka kematian ibu). Hal ini semakin diperparah dengan adanya Covid-19.

“Data tahun 2019 itu sebetulnya kematian ibu sudah mulai turun, kematian anak juga sudah mulai turun, tetapi Covid ini juga ikut ambil bagian memperparah kembali kondisi capaian kita,” ujarnya.

“Jadi kematian ibu itu ketika Covid itu mengalami kenaikan cukup drastis terutama pada tahun 2020 kemudian pada 2021, sekarang sudah mulai kita kita kendalikan Dan 40 persen kematian adalah karena Covid, 40 persen kematian ibu pada musim Covid ini adalah karena Covid,” ucapnya.