Saturday, June 19

Keluarga Syekh Ali Minta Maaf Soal Wasiat

Site Logo

Site Logo
HOME
NASIONAL
INTERNASIONAL
DAERAH
EKONOMI
OLAHRAGA
TEKNOLOGI
HIBURAN
HUMANIORA
TANGGAP BENCANA
EDITORIAL
BERITA FOTO
PODCAST
VIDEO JURNALIS
INFOGRAFIS
INDEKS
Keluarga Syekh Ali Minta Maaf Soal Wasiat
Bagikan :
Oleh: Ahmad Yani Editor: Rachmad Zein 14 Jan 2021 14:28
KBRN, Mataram: Keluarga Syaikh Ali Jaber menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) karena almarhum tidak dapat dimakamkan di Pulau Seribu Masjid karena alasan covid-19.

Sebelumnya, almarhum pernah menyampaikan wasiat, bahwa jika meninggal dunia di Indonesia, menginginkan pemakamannya di Pulau Lombok.

“Kami mohon maaf. Ya dimakamin di Jakarta tidak bisa di sini sesuai wasiat beliau, kita usahain tadi tapi tidak bisa, suddah dimandiin tadi tinggal pemakaman,” kata Putra Syaikh Ali Jaber, Hasan sebelum bertolak ke Jakarta sekitar pukul 14.30 WITA d irumah duka Jalan Ade Irma Suryani Monjok, Kota Mataram, Kamis (14/1/2020).

Hasan mengungkapkan, pihak keluarga sudah berupaya agar almarhum dapat dimakamkan di Lombok sesuai dengan wasiatnya pada acara pengajian akbar di Mataram beberapa tahun lalu.

Namun, hasil koordinasi keluarga menyimpulkan, bahwa almarhum Syaikh Ali tidak dilaksanakan di Pulau Lombok karena alasan covid-19.

Atas itu, Hasan mengaku, pihak keluarga tidak mempermasalahkan lokasi pemakaman almarhum karena terpenting mendapat dukungan doa dari keluarga, kerabat, jamaahnya dan masyarakat termasuk di Pulau Lombok.

“Sebenarnya dimanapun tidak masalah yang terpenting kan doa, mau dilombok mau dijakarta yang penting doa, insyaallah yang terbaik buat beliau, sekitar jam 5 atau 6 insyaallah dimakamkan,” tambahnya

Sisi lain, Hasan menjelaskan, pihak keluarga di Lombok terakhir kali berinteraksi dengan almarhum pada 29 Desember 2020 lalu sebelum mendiang diantarkan ke rumah sakit.

Keluarga dilombok hanya berinteraksi melalui saluran telpon sebelum masuk kembali keruang ICU. Informasi meninggalnya Ali Jaber diketahui keluarga setelah mendapat informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, sekitar pukul 10.00 Wita.

“Terakhir saya di jakarta sama beliau kalau tidak salah tanggal 28 atau 29 lah, sempat juga antarkan kerumah sakit. sebelumnya masih bisa berinteraksi, tapi setelah masuk ICU sudah tidak ada lagi informasi sampai kami dapat informasi dari dinas kesehatan,” tutup Hasan.

Seperti diketahui, Hasan di Pulau Lombok tinggal bersama dengan neneknya yang merupakan Ibu Mertua almarhum Syaikh Ali Jaber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *